Wajib Baca: Peresmian Tol Pejagan-Pemalang dan Prediksi Properti Jelang Pilpres 2019 - Kompas.com

Wajib Baca: Peresmian Tol Pejagan-Pemalang dan Prediksi Properti Jelang Pilpres 2019

Kompas.com - 09/11/2018, 08:50 WIB
Kendaraan melintas di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Perawatan dilakukan guna persiapan arus mudik 2018. Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan melintas di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Perawatan dilakukan guna persiapan arus mudik 2018. Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.

JAKARTA, KOMPAS.comPresiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan peresmian Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4 pada hari ini, Jumat (9/11/2018).

Informasi itu menjadi salah satu berita populer di kanal Properti Kompas.com sepanjang Kamis (8/11/2018) hingga Jumat pagi ini.

Selain itu, informasi tentang penurunan angka penjualan di sektor properti yang diprediksi masih berlangsung hingga Pilpres 2019 juga menarik perhatian pembaca.

Berikut ini daftar lengkap berita populer:

1. Presiden akan resmikan Tol Pejagan-Pemalang hari ini

Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4 dijadwalkan resmi beroperasi pada Jumat (9/11/2018). Rencananya, Presiden Joko Widodo akan langsung meresmikan kedua seksi tersebut.

Informasi ini diketahui pertama kali dari akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), @bpjtinfo, Kamis (8/11/2018).

Apa isi informasi yang disampaikan itu?

Berita selengkapnya: Besok, Presiden Akan Resmikan Tol Pejagan-Pemalang

2. Jelang Pilpres 2019, penjualan properti diprediksi melambat 

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Ignatius Untung saat jumpa pers Idea Works, Kamis (8/11/2018) di Jakarta.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Ignatius Untung saat jumpa pers Idea Works, Kamis (8/11/2018) di Jakarta.

Penurunan jumlah penjualan di sektor properti masih berlangsung hingga tahun ini. Bahkan, diprediksi tren ini terus berlanjut sampai tahun depan.

Penurunan yang sudah terjadi dalam beberapa tahun belakangan dan mulai terasa dari tahun 2015 itu berlaku untuk penjualan rumah tapak dan apartemen, terutama yang bekas atau seken.

Bagaimana penurunan itu terjadi?

Berita selengkapnya: Jelang Pilpres 2019, Penjualan Properti Diprediksi Melambat

3. Terkendala lahan, hampir sejuta PNS dan TNI/Polri belum punya rumah 

Ilustrasi rumahKementerian PUPR Ilustrasi rumah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya kini tengah mendata sejumlah lahan di berbagai kota besar untuk disulap menjadi kawasan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) serta anggota TNI dan Polri.

Pasalnya, hingga kini masih ada ratusan ribu abdi negara yang diyakini belum memiliki rumah pribadi. Menurut dia, lahan-lahan yang ada nantinya akan dikembangkan menjadi hunian apartemen sehingga dapat dibangun hunian dengan jumlah yang banyak.

Berapa jumlah anggota TNI/Polri dan PNS yang belum mempunyai rumah itu?

Berita selengkapnya: Terkendala Lahan, Hampir Sejuta PNS dan TNI/Polri Belum Punya Rumah

4. Hasil survei, nilai transaksi daring hunian naik 15 kali lipat 

Ilustrasi propertiwww.shutterstock.com Ilustrasi properti

Angka penjualan properti hunian yang dilakukan secara langsung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Maksud dari penjualan secara langsung yaitu transaksi yang dilakukan di gerai penjualan atau kantor pemasaran pengembang.

Namun, hal itu berkebalikan dengan penjualan secara daring (online). Menurut Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Ignatius Untung, sesuai survei yang dilakukan oleh situs jual beli properti Rumah123.com, transaksi daring properti berupa rumah tapak dan apartemen terus meningkat setiap tahun.

Peningkatan itu dari segi apa sajakah? 

Berita selengkapnya: Hasil Survei, Nilai Transaksi Daring Hunian Naik 15 Kali Lipat

5. "Urban Mountains", proyek penghijauan di tengah padatnya Shenzhen 

Program ini mengajak masyarakat untuk menanam tumbuhan hijau di area atap rumah atau bangunan. 
The Guardian Program ini mengajak masyarakat untuk menanam tumbuhan hijau di area atap rumah atau bangunan.

Pada dekade 1980-an, Shenzhen merupakan wilayah urban di China yang dihuni sekitar 300.000 orang. Jumlah penduduk ini terus meningkat seiring dengan kemajuan industri dan teknologi.

Kini Shenzhen telah berubah menjadi kota metropolitan dan merupakan rumah bagi 12 juta orang. Hal ini menyebabkan berbagai masalah klasik, seperti kepadatan penduduk, polusi, banjir, dan masalah kurangnya lahan hijau yang menghantui kota.

Untuk itu, pemerintah kota kemudian membuat program "Urban Mountains". Bagaimana program ini bisa berjalan?

 

Berita selengkapnya: Urban Mountains, Proyek Penghijauan di Tengah Padatnya Shenzhen


Terkini Lainnya

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Hunian
Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Berita
FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

Hunian
Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Griya
Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Berita
Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Hunian
'Toys R Us' Kembali Buka Gerai di Brunei

"Toys R Us" Kembali Buka Gerai di Brunei

Ritel
Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Arsitektur
Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Arsitektur
Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Ritel
Zaha Hadid Rancang 'Smart City' di Moskow

Zaha Hadid Rancang "Smart City" di Moskow

Kawasan Terpadu
Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Perkantoran
Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

BrandzView
Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Arsitektur

Close Ads X