Pembangunan Risha di Lombok Berjalan Lambat - Kompas.com

Pembangunan Risha di Lombok Berjalan Lambat

Kompas.com - 05/11/2018, 23:30 WIB
Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengakui, bahwa pembangunan rumah instan sederhana sehat ( Risha) untuk menggantikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Lombok dan sekitarnya berjalan lambat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini kapasitas produksi Risha hanya 50 unit per hari. Sementara, jumlah rumah yang rusak mencapai 75.000 unit.

Sementara, pembangunan Risha ditargetkan selesai pada Maret 2019 mendatang.

"Butuh sekitar 250-300 unit (produksi per hari)," kata Basuki di kantornya, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Risha dan Rika, Kokoh Berdiri Meski Diguncang Gempa

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam membangun Risha yaitu banyak pekerja yang kurang sungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek tersebut.

Misalnya, sehari-hari mereka baru mulai bekerja jam 09.00 Wita, istirahat pukul 14.00 Wita, dan selesai pada 16.00 Wita. Alhasil, pemerintah pun mengerahkan TNI/Polri untuk mempercepat pembangunan Risha.

"Pak Wapres juga menugaskan ke Kadin, 'hei Kadin enggak usah cari kerja, di depan mata sudah ada proyek. Kerjakan itu'," cetus Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga, dari total rumah rusak, diperkirakan hanya 45.000 unit di antaranya yang membutuhkan pembangunan ulang dengan konsep Risha.

"Sekarang kami sedang meningkatkan produksi, melibatkan kontraktor lokal, sementara bisa dipercepat. Produksinya sekarang baru 40-50 unti per hari, padahal kebutuhannya bisa 400-500 per hari," tuntas Danis.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Hunian
Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Berita
FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

Hunian
Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Griya
Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Berita
Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Hunian
'Toys R Us' Kembali Buka Gerai di Brunei

"Toys R Us" Kembali Buka Gerai di Brunei

Ritel
Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Arsitektur
Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Arsitektur
Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Ritel
Zaha Hadid Rancang 'Smart City' di Moskow

Zaha Hadid Rancang "Smart City" di Moskow

Kawasan Terpadu
Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Perkantoran
Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

BrandzView
Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Arsitektur

Close Ads X