Risha dan Rika, Kokoh Berdiri Meski Diguncang Gempa - Kompas.com

Risha dan Rika, Kokoh Berdiri Meski Diguncang Gempa

Kompas.com - 12/10/2018, 17:35 WIB
Kondisi terakhir Rumah Risha dan Rika di Petobo, Palu, Rabu (10/10/2018)Tim Puskim Kementerian PUPR Kondisi terakhir Rumah Risha dan Rika di Petobo, Palu, Rabu (10/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Instan Sederhana Sehat ( Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika) menjadi teknologi rumah aman gempa yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sesuai namanya, Rika menggunakan bahan dasar kayu sebagai material pembentuk konstruksinya. Kayu yang digunakan merupakan hasil rekayasa atau enginering wood yang berasal dari kayu cepat tumbuh seperti sengon.

Sementara Risha merupakan rumah yang dibangun dari tiga macam panel. Setiap panel terbuat dari bahan beton bertulang, yang merupakan campuran semen, pasir, dan kerikil dengan porsi tertentu.

Risha dan Rika di Petobo,PaluTim Puskim Kementerian PUPR Risha dan Rika di Petobo,Palu
Kedua jenis rumah ini kini menjadi bangunan yang masih bertahan walau diguncang gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Rumah ini merupakan proyek percontohan dari Kementerian PUPR yang ada di Palu. Selain Palu, Kementerian PUPR juga sudah membangun beberapa bangunan Risha, yakni di Atambua, Kuningan, Sinabung, dan Pidie Jaya. Sementara proyek lain yang masih berjalan ada di Solo dan Lombok.

Kepala Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan, Pusat Litbang Perumahan dan Lingkungan, Kementerian PUPR, Kuswara, mengatakan, proyek ini berada di wilayah Petobo, Palu.

"Tepatnya sekitar satu kilometer dari lokasi terjadinya likuefaksi," tutur Kuswara kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Risha dan Rika di Petobo,PaluTim Puskim Kementerian PUPR Risha dan Rika di Petobo,Palu
Pada 2013, Kementrian PUPR telah membangun 12 rumah aman gempa, dengan rincian 8 buah Risha dan 4 buah Rika.

Kuswara menambahkan, satu unit rumah dihuni oleh satu Kepala Keluarga (KK). Sehingga total ada 12 KK yang menghuni permukiman ini.

Kuswara mengatakan, meski diguncang gempa, namun rumah Risha dan Rika ini tidak mengalami kerusakan. Kondisi rumah bahkan terlihat masih baik. Lokasi berdirinya rumah ini juga terhindar dari tsunami.

"Untuk Risha bisa 50 tahun, untuk Rika minimal 20 tahun, tentunya perlu ada maintenance yang sesuai," ujar dia.

Risha dan Rika di Petobo,PaluTim Puskim Kementerian PUPR Risha dan Rika di Petobo,Palu
Lebih lanjut, untuk bangunan Risha ketahanan, bangunan dilihat dari rangka strukturnya. Sedangkan dinding pengisi dan bahan lainnya bisa kurang ketahanannya, tergantung dari bahan yang digunakan. Untuk dinding pengisi bisa bervariasi dan dibangun atau dipasang secara bertahap.

"Misalkan di Lombok masyarakat trauma dengan dinding tembok, maka dindingnya bisa menggunakan dinding dari kalsiboard atau dinding gedeg bambu. Bambu lebih murah tapi masa layanannya juga lebih pendek" pungkas Kuswara.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X