Pembangunan RSS Monas Dikritik, Ini Kata PT MRT Jakarta

Kompas.com - 26/10/2018, 22:30 WIB
Kereta mass rapid transit (MRT) terlihat di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKereta mass rapid transit (MRT) terlihat di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan receiving sub station (RSS) atau gardu induk untuk proyek Fase 2 MRT di lingkungan Monas dikritik, lantaran berpotensi merusak cagar budaya.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menjelaskan, ada beberapa hal yang melandasi perseroan pada akhirnya meletakkan gardu induk di tempat tersebut.

Pertama, penempatan gardu tersebut sudah sesuai dengan kajian yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan pada 1986 yang termuat di dalam dokumen Sistem Angkutan Umum Masal (SAUM) Jakarta.

"Jadi, ada pra FS (feasibility study)-nya, FS-nya, untuk jalur trase utara-selatan ya titiknya di situ, di Monas itu," kata Hikmat kepada Kompas.com, Jumat (26/10/2018).

Baca juga: Pembangunan Gardu Induk MRT di Monas Dikritik

Selain, memanfaatkan ruang terbuka publik jauh lebih hemat dibandingkan bila harus menggunakan lahan milik swasta.

Koordinasi pun telah dilaksanakan antara PT MRT Jakarta dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta komite panel cagar budaya, terkait rencana pembangunan RSS tersebut.

Dari hasil koordinasi, PT MRT Jakarta telah mendapat lampu hijau dengan catatan dapat menjaga estetika yang ada di sekitarnya.

"Sebetulnya yang dimaksud dengan pembangunan RSS Fase 2 itu di bawah tanah. Jadi, secara estetika itu tidak merusak cagar budaya Monas," cetus Hikmat.

"Jadi kalau pun keluar itu, yang di permukaan itu hanya untuk entrance. Semuanya di bawah tanah. Jadi, secara estetika kami paham betul bahwa Monas itu adalah salah satu cagar budaya," terang Hikmat.

Nantinya, RSS tersebut akan berada di seberang Halte Transjakarta Monas. Tepatnya, di dalam area lingkungan Monas yang dekat dengan pos polisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X