Kompas.com - 26/10/2018, 16:34 WIB

"Kalau dirancang dengan baik bisa jadi permanen. Misalnya di Lombok itu ada masjid yang terbuat dari bambu umurnya sudah 200 tahun, pada gempa terakhir masjid masih berdiri," imbuh Andrea.

Perawatan khusus

Meski merupakan bahan yang mudah ditemukan dan tahan terhadap berbagai kondisi, bambu juga membutuhkan perlakuan khusus.

"Bambu sama seperti material organik lain, harus terlindung dari cuaca dan kelembaban," ujar Andrea.

Untuk itu, Andrea menyarankan, fondasi bangunan berbahan bambu harus berbentuk umpak atau panggung dan tidak menempel di atas tanah.

Ketinggian ini bisa bervariasi tergantung rancangan bangunan. Menurut Andrea, jarak bangunan dengan tanah minimal 40 sentimeter.

"Agar kelembaban tanah tidak menjalar ke bambu," ucap dia.

Andrea menambahkan, kelembaban tanah bisa merusak struktur bambu. Selain itu, jarak bangunan bambu dari tanah juga bisa membuat material bambu terhindar dari rayap yang dapat merusak.

Sementara Chiko menyarankan, untuk fondasi bisa digunakan bahan beton, yang ditempatkan di setiap tiang dengan cakar ayam sederhana, sesuai kondisi tanah.

"Bagian bawah tiang dicor lagi, 75 sentimeter," imbuh Chiko.

Selain itu, setiap tiga tahun sekali dilakukan recoating untuk menjaga bilah-bilah bambu tetap terjaga. Lebih lanjut, lubang di kedua sisi bambu dapat menjadi sarang berbegai binatang seperti tikus dan ular.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.