5 Kota Pilihan Perusahaan Teknologi, Jakarta Ke-14 - Kompas.com

5 Kota Pilihan Perusahaan Teknologi, Jakarta Ke-14

Kompas.com - 21/09/2018, 22:30 WIB
Ilustrasi kota masa depanThinkstock Ilustrasi kota masa depan

KOMPAS.com - Riset Colliers International yang bertajuk Top Locations in Asia - Technology Sector, memberi penilaian bagi beberapa kota di Asia yang layak bagi perusahaan teknologi.

Laporan ini menyebutkan setidaknya ada 16 kota di Asia yang layak bagi perusahaan teknologi.

Semua kota ini dipilih berdasarkan 50 kriteria yang telah disusun serta kemungkinannya untuk menjadi pusat teknologi pada dekade mendatang.

Berdasarkan penilaian Colliers, terdapat tiga kota yang mendapat penilaian tertinggi atau lebih dari 61 persen. Ketiga kota tersebut adalah Bangalore, kemudian diikuti dengan Singapura, dan yang terakhir adalah Shenzhen.

Ketiga kota ini merupakan pilihan terbaik untuk memulai atau memperluas bisnis di bidang teknologi.

Bangalore misalnya, memiliki nilai tertinggi dalam hal pertumbuhan jangka panjang dan biaya yang rendah.

Singapura mendapatkan nilai tinggi dalam ketersediaan tenaga kerja, Sedangkan Shenzhen merupakan tempat terbaik di Asia dalam hal ketersediaan ruang.

Dua kota lain seperti Beijing dan Hyderabad merupakan alternatif dari tiga kota tersebut.

Sementara dari 16 kota, Jakarta menempati peringkat ke-14 dengan total skor mencapai 54,2 persen. Peringkat Jakarta berada di atas Taipei dan Chengdu, namun masih di bawah Manila.

Berdasarkan penilaian Coliers, terdapat tiga kota yang mendapat penilaian tertinggi atau lebih dari 61 persen. Colliers International Berdasarkan penilaian Coliers, terdapat tiga kota yang mendapat penilaian tertinggi atau lebih dari 61 persen.

Kelima kota tersebut adalah:

Bangalore

Salah satu kota di India ini merupakantemoat dengan pertumbuhan tercepat di Asia dalam satu dekade mendatang.

Kota ini mendapatkan skor tertinggi dalam penilaian Colliers, terutama dalam hal kualitas ruang perkantoran, harga sewa serta gaji tenaga kerja yang rendah.

Selain itu, kota ini juga memiliki biaya hidup yang rendah dibanding dengan beberapa kota besar Asia lainnya.

Meski mendapat peringkat nomor wahid, namun Bangalore mendapatkan nilai yang kurang di bidang kualitas akomodasi dan infrastruktur.

Singapura

Sudah lama jika kota ini terkenal sebagai pusat bisnis dan teknologi di Asia. Singapura memiliki kekuatan di pasokan tenaga kerja terampil serta pajak pribadi yang sangat rendah. Selain itu, kota ini memiliki tingkat keamanan dan kualitas hidup yang tinggi.

Shenzhen

Pusat teknologi China ini berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Kota ini mendapatkan peringkat ketiga berkat nilai tinggi di bidang manufaktur, ketersediaan ruang perkantoran, dan biaya staf yang tidak terlalu tinggi.

Selain itu, ekonomi Kota Shenzhen juga telah melampaui Hong Kong.

Beijing

Dua kota di China ini memang menjadi basis teknologi. Dibanding kota tetangganya, Shenzhen, Beijing dianggap memiliki kekuatan di bidang teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Beijing juga memiliki tenaga kerja terampil yang mencukupi. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah, meski harga sewa ruang perkantoran dianggap palinh mahal di seluruh China.

Hyderabad

Sama dengan kota Bangalore, Hyderabad dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Kota ini juga menwarkan keuntungan lain seperti pajak dan biaya hidup yang tergolong rendah dibanding kota lain di India.

Ilustrasi kota JakartaSHUTTERSTOCK Ilustrasi kota Jakarta
Selain mengulas mengenai kota terbaik bagi perusahaan teknologi, laporan ini juga menghasilkan empat kesimpulan.

Pertama adalah ketersediaan tenaga kerja terampil merupakan masalah yang banyak dihadapi perusahaan teknologi di Asia.

Kedua, laporan ini tenaga kerja terampil terkonsentrasi di beberapa lokasi tertentu, terutama di China dan India.

Ketiga, untuk menyalurkan kemampuan, tenaga kerja terampil harus rela untuk berpindah ke pusat bisnis. Terakhir, kecerdasan buatan (AI) merupakan ancaman bagi permintaan ruang perkantoran.


Terkini Lainnya

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Berita
Samira Residence Terjual 70 Persen

Samira Residence Terjual 70 Persen

Perumahan
Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Hotel
Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Berita
Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

BrandzView
Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Berita
Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Berita
Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Berita
Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Berita
Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Berita
Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Arsitektur
Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Hunian
29 IMB Meikarta Belum Disahkan

29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Berita
Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Berita
Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Berita

Close Ads X