Kompas.com - 21/09/2018, 21:38 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Pembangunan Asia (ADB) Indonesia, Winfried Wicklein saat ditemui wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKepala Kantor Perwakilan Bank Pembangunan Asia (ADB) Indonesia, Winfried Wicklein saat ditemui wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (21/9/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan Kepala Kantor Perwakilan Asian Development Bank atau Bank Pembangunan Asia (ADB) Indonesia, Winfried Wicklein di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (21/9/2018).

Dalam pertemuan itu, ADB tertarik membantu pendanaan sejumlah proyek strategis di Jawa Barat (Jabar), khususnya bidang infrastruktur.

"ADB sangat bersemangat datang kepala perwakilan indonesianya. Rencananya spesial akan mengundang seluruh direktur sedunianya ke Jabar tanggal 17-18 Oktober 2018. Kedatangannya ingin mendengarkan kebutuhan infrastruktur yang akan kami kerjakan selama lima tahun," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Baca juga: Bandung Tuan Rumah Pertemuan Reforma Agraria Internasional

Secara teknis, kata Emil, masalah pembangunan infrastruktur konektivitas transportasi akan jadi proyek prioritas di Jabar. Seperti pembangunan jalan tol, jalur kereta, pelabuhan, dan bandara.

"Caranya seperti apa opsinya tiga, dapat pinjaman langsung seperti kita pinjam ke bank atau lewat BUMD, kasih pinjam ke PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang merupakan BUMN atau lewat PT Adhi Karya (Persero) Tbk," ungkapnya.

"Kalau di negeri lain, ADB itu boleh memberi pinjaman ke pemerintah daerah. Sementara di Indonesia pinjaman ADB hanya sampai ke pemerintah pusat," tambahnya.

Emil menjelaskan, butuh waktu lama untuk mewujudkan mimpi besar Jabar jika hanya mengandalkan APBD.

"Kami meyakini kalau pakai pola konvensional, APBD yang cuma segitu-gitunya mimpinya sangat lambat. Saya ingin 'Ngabret', istilahnya ngabret saya itu dengan merekayasa cara pendanaan pembangunan," paparnya.

Winfried Wicklein menambahkan, dari hasil paparan Ridwan Kamil ada sejumlah program yang berpotensi dikerjasamakan.

"Kami menemukan beberapa bidang minat yang umum kami dapat bekerja bersama. Fokusnya yang kuat di bidang infrastruktur dan infrastruktur transportasi yang terhubung. Kami sangat setuju ini penting untuk menumbuhkan perekonomian di Jabar," katanya.

Winfried pun mengaku sangat tertarik dengan visi misi Ridwan Kamil untuk Jabar, dan berniat kembali datang pada Oktober 2018 untuk melakukan pembahasan lebih rinci.

"Jadi kami berharap dapat kembali, pada kenyataannya kami berencana untuk kembali bulan depan, Oktober, untuk mengambil diskusi lebih lanjut," jelasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.