Pemerintah Berencana Kembangkan Aplikasi Perumahan Serupa Go-Jek

Kompas.com - 17/09/2018, 13:13 WIB
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (kiri) dan Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti (kanan) saat ditemui di Jakarta, Senin (17/9/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (kiri) dan Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti (kanan) saat ditemui di Jakarta, Senin (17/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemajuan teknologi informasi (TI) membuat masyarakat memanfaatkannya untuk mempermudah akses informasi di segala bidang kehidupan.

Salah satunya menyangkut perumahan. Terkait hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengembangkan satu aplikasi digital yang berisi berbagai macam informasi tentang perumahan.

Pengembangan aplikasi digital perumahan ini menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi bertema "Workshop Disruptive Technology for Affordable Housing" pada Senin (17/9/2018) di Jakarta.

Baca juga: Kementerian PUPR Gelar Diskusi Manfaat TI bagi Perumahan

“Kami harapkan dalam workshop ini para stakehoders terkait bisa membahas bersama kira-kira ke depan langkah apa yang bisa dilakukan dengan teknologi itu,” ucap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti saat ditemui dalam diskusi tersebut.

Lana mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengembangkan sistem informasi digital yang lengkap dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi perumahan.

Sebab, selama ini masyarakat harus mencari informasinya di internet dengan mengakses ke berbagai situs berbeda-beda sesuai kebutuhan informasi yang dicari.

Serupa Go-Jek

Dia menambahkan, penggunaan aplikasi digital saat ini sangat berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu aplikasi yang banyak dipakai yaitu Go-Jek.

Menurut dia, bisa saja nantinya aplikasi perumahan yang sedang dibangun itu dihubungkan dengan sistem pembayaran Go-Pay yang ada di Go-Jek sebagai fasilitas untuk membayar angsuran kredit pemilikan rumah (KPR).

“Contohnya Go-Jek dengan fasilitas Go-Pay. Terobosan itu yang dapat kami kembangkan untuk perumahan rakyat, misalnya bayar cicilan KPR bisa dengan Go-Pay,” ujar Lana.

Dia menjelaskan, aplikasi perumahan yang dikembangkan ini bakal lebih lengkap dan komprehensif dari Go-Jek. Tidak hanya soal sistem pembayaran cicilan KPR, juga tentang informasi lainnya yang menyangkut perumahan.

Saat ditanya kapan aplikasi itu bisa digunakan masyarakat Indonesia, dia mengatakan hal ini sedang dalam perencanaan dan diharapkan dalam tiga tahun ke depan sudah selesai.

Waktu selama itu diperlukan karena banyak pihak yang terlibat, baik dari pemerintahan maupun swasta, sehingga perlu koordinasi terkait berbagai hal.

“Sekarang sedang dirintis. Kami harapkan di akhir tahun ketiga sudah rampung,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Berita
Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Arsitektur
Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Perkantoran
Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Apartemen
Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Fasilitas
Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Berita
Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Kawasan Terpadu
Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Berita
Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Berita
Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Berita
Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Kawasan Terpadu
[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

Berita
Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Kawasan Terpadu
PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

Berita
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X