Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bongkar Jalan Layang, Cara Seoul Mempercantik Sungai Cheonggyecheon

Kompas.com, 12 September 2018, 21:30 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sudah sejak lama Kota Seoul berbenah. Bukan hanya dalam hal infrastruktur, namun juga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

Salah satu yang terkenal adalah pembangunan Sungai Cheonggyecheon yang menjadi magnet bagi penduduk dan wisatawan.

Proyek pembangunan kembali sungai ini telah memberikan berbagai keuntungan di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Baca juga: Rahasia Keindahan Sungai Cheonggyecheon yang Dikagumi Jokowi

Skema pembangunan sungai ini bahkan telah menjadi salah satu panduan bagi pengembangan tata kota di seluruh Korea Selatan.

Sebelum berubah menjadi ruang publik, wilayah pusat kota Seoul dilintasi oleh dua buah jalan. Sejak dekade 1960-an, jalan raya yang melintasi pusat kota, terutama di wilayah Cheonggyecheon menjadi penghubung di berbagai wilayah.

Setiap harinya, ada sekitar lebih dari 168.556 kendaraan yang melintas. Dari jumlah tersebut sebanyak 102.747 kendaraan melewati jalan layang, dan ada 65.810 yang melalui jalan di bawahnya.

Pembongkaran jalan

Seorang warga Seoul menyeberangi aliran Cheonggyecheon di Seoul. Aliran sungai buatan tersebut sebagai hasil restorasi yang dikerjakan pada 2003-2005.Ed Jones / AFP Seorang warga Seoul menyeberangi aliran Cheonggyecheon di Seoul. Aliran sungai buatan tersebut sebagai hasil restorasi yang dikerjakan pada 2003-2005.
Dalam laporan yang diterbitkan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Korea Transport Institute, pemerintah kota Seoul memutuskan dua buah jalan yang melintang di pusat Kota Seoul harus dibongkar.

Pembongkaran dilakukan untuk membangun kembali ruang publik dan mengembalikan sungai bersejarah di kota itu.

Keputusan ini tentu saja mengejutkan, apalagi jalan itu menjadi penghubung wilayah utara dan selatan Seoul.

Namun, wali kota Seoul saat itu memaparkan tujuan jangka panjang dilakukannya pembongkaran jalan.

Pemerintah kota bahkan melakukan pertemuan dan diskusi hingga 4.200 kali dengan berbagai pelaku bisnis yang khawatir akan rencana tersebut.

Pertimbangan lain

Laporan GIZ dan Korea Transport Institute mengatakan adanya pertimbangan lain dalam pembangunan kembali sungai.

Selain perlunya RTH dan pelestarian situs sejarah, Pemerintah Seoul pada waktu itu menemukan adanya kerusakan dalam struktur fondasi jalan layang, sehingga membutuhkan pemeliharaan.

Baca juga: Revitalisasi Kali Besar dan Inspirasi dari Sungai Cheonggyecheon

Selain itu, aliran air yang masuk dan menggenang di bagian fondasi jalan menjadi penyebab munculnya berbagai kandungan gas beracun, seperti karbon monoksida dan metana. Penyebab lain adalah adanya korosi pada fondasi jalan.

Dengan berbagai masalah kesehatan yang membayangi, membuat pemerintah kota akhirnya membuat keputusan untuk mengembalikan lanskap wilayah tersebut sesuai aslinya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau