Merawat Semangat Belajar Kanak-kanak di Sekolah Berbahan Bambu

Kompas.com - 03/09/2018, 22:10 WIB
Bangunan bambu PAUD Nurhikmat Tasikmalaya Architecture Sans Frontières Indonesia Bangunan bambu PAUD Nurhikmat Tasikmalaya

Bidang miring ini juga menambah kesan estetis bangunan. Menurut dia, rancangan struktur dinding ini cocok untuk iklim Indonesia.

Rangka utama bambu dirancang terpisah dari lantai untuk memungkinkan perluasan di masa mendatang.

Bagian dinding menggunakan bahan dari multiplek sementara atap terbuat dari genting tanah liat.

Bangunan PAUD ini mampu menopang beban hingga seberat 200 kilogram per meter persegi.

Sementara luas bangunannya mencapai 145 meter persegi.

Meski bangunan sudah berdiri, pihak PAUD masih mengupayakan sarana bermain luar ruangan bagi anak-anak.

Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini memiliki tiga buah ruang kelas yang diperuntukkan bagi kelompok anak usia 4, 5, dan 6 tahun.

Kini PAUD Nurhikmat telah memiliki 28 orang anak didik dan 5 orang pengajar.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan membangun gedung serupa, Andrea menjelaskan jika ada yang membutuhkan, maka pihaknya akan bersedia untuk memberikan bantuan.

"Tergantung respon, kalau ada yang datang ke kami lalu minta bangunkan kita kerjakan. Sampai sekarang ASF ini perkumpulan paruh waktu jadi diantara kita ini part time dan separuhnya probono," pungkas dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X