Merawat Semangat Belajar Kanak-kanak di Sekolah Berbahan Bambu

Kompas.com - 03/09/2018, 22:10 WIB
Seorang murid menuruni anak tangga di dalam PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya Architecture Sans Frontières Indonesia Seorang murid menuruni anak tangga di dalam PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya

Bahan bambu

Bambu dipilih menjadi material bangunan, karena kuat terhadap goncangan gempa. Seperti diketahui, Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah rawan gempa. Bahkan selama satu dekade, wilayah ini sudah tiga kali diguncang gempa.

Di samping itu, Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat sentra kerajinan kriya terutama yang berbahan dasar bambu.

"Lalu kita cari cara supaya bambu ini menjadi bangunan yang permanen. Jadi bambunya diolah dulu baru bisa digunakan untuk bahan bangunan," ungkap Andrea.

Tiap bagian bambu tersebut kemudian disambung. Andrea mengatakan tiap sambungan harus kuat agar tidak mudah lepas. Untuk itu, setiap sambungan tidak menggunakan ijuk melainkan dengan mur, baut, serta baja.

Salah stau ruangan di PAUD Nurhikmat, TasikmalayaArchitecture Sans Frontières Indonesia Salah stau ruangan di PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya
"Sepanjang sejarah bambu kita pakai, tapi kadang sambungannya jebol karena pakai ijuk atau bambunya dimakan kutu," cetus Andrea.

Untuk itu, bambu harus diawetkan terlebih dahulu, sebelum bisa digunakan. Bambu yang digunakan merupakan jenis khusus yang paling kuat, yakni Dendrocalamus asper.

Andrea menambahkan, bambu yang memiliki diameter besar dan bilah-bilah panjang ini banyak ditemukan di Asia Tenggara.

Selain itu, bambu jenis Gigantochloa apus juga turut digunakan sebagai komponen tambahan.

"Bambu sebetulnya ada dua jenis, satu lagi bambu pring apus kalo di Jawa. Sisanya bahan biasa yang tersedia di toko bangunan kayak multiplek, lalu genting tanah liat," tuntasnya.

Detail bangunan

Seorang siswa PAUD Nurhikmat, TasikmalayaArchitecture Sans Frontières Indonesia Seorang siswa PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya
Selain menggunakan bahan bambu, keunikan lain dari bangunan PAUD Nurhikmat ini terletak pada bentuk dinding yang miring dan menjorok ke dalam.

Andrea mengatakan, dinding miring ini berfungsi agar air hujan tidak langsung masuk ke jendela.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X