Merawat Semangat Belajar Kanak-kanak di Sekolah Berbahan Bambu

Kompas.com - 03/09/2018, 22:10 WIB
Seorang murid menuruni anak tangga di dalam PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya Architecture Sans Frontières Indonesia Seorang murid menuruni anak tangga di dalam PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya

Andrea dan rekan-rekannya yang tergabung dalam ASF-ID kemudian membuat rancangan gedung dengan konsep umpak panggung. Desain ini dipilih untuk mempertahankan fungsi area sawah di sekitarnya.

Rencana pembangunan gedung sebenarnya sudah ada sejak 2016 lalu, dan menunggu hingga dana terkumpul di awal tahun ini. Baru kemudian gedung terealisasi dan bisa digunakan satu bulan lalu.

Pembangunan sendiri berlangsung sekitar dua bulan dengan total dana mencapai Rp 200 juta. Dana yang terkumpul berasal dari berbagai pihak.

Bahan bambu

Bambu dipilih menjadi material bangunan, karena kuat terhadap goncangan gempa. Seperti diketahui, Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah rawan gempa. Bahkan selama satu dekade, wilayah ini sudah tiga kali diguncang gempa.

Di samping itu, Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat sentra kerajinan kriya terutama yang berbahan dasar bambu.

"Lalu kita cari cara supaya bambu ini menjadi bangunan yang permanen. Jadi bambunya diolah dulu baru bisa digunakan untuk bahan bangunan," ungkap Andrea.

Tiap bagian bambu tersebut kemudian disambung. Andrea mengatakan tiap sambungan harus kuat agar tidak mudah lepas. Untuk itu, setiap sambungan tidak menggunakan ijuk melainkan dengan mur, baut, serta baja.

Salah stau ruangan di PAUD Nurhikmat, TasikmalayaArchitecture Sans Frontières Indonesia Salah stau ruangan di PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya
"Sepanjang sejarah bambu kita pakai, tapi kadang sambungannya jebol karena pakai ijuk atau bambunya dimakan kutu," cetus Andrea.

Untuk itu, bambu harus diawetkan terlebih dahulu, sebelum bisa digunakan. Bambu yang digunakan merupakan jenis khusus yang paling kuat, yakni Dendrocalamus asper.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X