JAKARTA, KOMPAS.com - Berita terpopuler di kanal properti Kompas.com, sepanjang Selasa (28/8/2018), cukup beragam.
Mulai dari bungker mewah sedalam 15 lantai, kredit sindikasi Tol Pemalang-Batang, hingga pelibatan ahli dalam pembangunan rumah tahan gempa di Lombok.
Berikut kabar selengkapnya:
1. Menengok mewahnya bungker 15 lantai
Bungker merupakan tempat perlindungan ketika terjadi bencana. Namun sebuah bungker di Kansas diubah menjadi yempat perlindungan mewah dengan berbagai fasilitas.
Larry Hall membeli bungker yang dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan tempat peluncuran senjata nuklir yang dibangun selama perang dingin pada 2008. Sebanyak 300.000 dollar AS dikeluarkan untuk mendapatkan tempat ini.
Hall kemudian mengubahnya menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang merasa ketakutan akan hari kiamat.
Dia mengaku terinpirasi untuk membuat tempat perlindungan setelah kejadian peledakan World Trade Center pada 9 September 2001 lalu.
Kala itu, pemerintah federal gencar membangun bungker perlindungan sebagai rencana pencegahan jika bencana besar terjadi.
Meski lokasinya masih dirahasiakan, Hall mengatakan, bungker ini teletak di bagian utara Wichita, Kansas. Tempat ini juga dikelilingi perbukitan dan perkebunan.
Hall membutuhkan biaya hingga 20 juta dollar AS untuk merenovasi tempat ini agar layak ditinggali.
Baca juga: Menengok Mewahnya Bungker 15 Lantai
2. Tol Pemalang-Batang terima tambahan kredit Rp 2,03 triliun
PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas Pemalang-Batang telah menandatangani perjanjian kredit sindikasi atau tambahan fasilitas Kredit Investasi (KI) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) senilai Rp 2,03 triliun, pada Senin (27/8/2018).
Kredit Sindikasi yang diberikan ini merupakan kelanjutan dari Kredit Sindikasi Tahap I yang ditandatangani pada 24 Mei 2017 lalu senilai Rp. 3,22 triliun, sehingga total fasilitas yang diperoleh PBTR menjadi Rp 5,25 triliun.
"Total fasilitas kredit tersebut digunakan untuk kebutuhan investasi pembangunan jalan tol PBTR hingga 70 persen," ujar Armand Alex Siwu kepada Kompas.com, Selasa (28/8/2018).