Progres MRT Jakarta Masuki Tahap Pengecekan Fungsi Sistem

Kompas.com - 28/08/2018, 16:00 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat memberikan penjelasan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADirektur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat memberikan penjelasan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta sampai hari ini secara keseluruhan mencapai 95,97 persen.

Progres itu terdiri dari 94,42 persen pembangunan depo dan seksi layang (elevated section) serta 97,53 persen pembangunan underground section.

Saat ini pembangunan MRT Jakarta memasuki tahap testing and commissioning test yang dilakukan sejak 9 Agustus 2018.

“Sekarang kami dalam tahap testing and commissioning test  sejak 9 Agustus lalu, yang dimulai dengan tes integrasi sistem persinyalan di jalur utama menggunakan kereta pertama, ini yang disebut sistem acceptance test,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Baca juga: MRT Jakarta Mulai Seleksi Ritel Area Komersial Stasiun

Dia mengatakan, tes pemeriksaan sistem ini dilakukan dengan mengecek dan menguji berfungsinya sistem dari berbagai instrumen yang dipasang, antara lain rel kereta, persinyalan, dan kelistrikan.

“Kami cek itu bagaimana sistem ini berfungsi, rel kereta sudah dipasang 36.000 meter, sistem persinyalan, dan listriknya juga sudah dipasang, tapi harus dicek fungsinya seperti apa,” terang William.

Dia menambahkan, MRT pertama mulai berjalan di atas jalurnya pada 9 Agustus lalu. Untuk mengecek sistem itu, kereta harus dijalankan.

Pengecekan utama dilakukan terhadap sistem persinyalan. Pada MRT, sistem persinyalan itu dikenal dengan nama kendali kereta berbasis komunikasi (communication based train control).

Sistem kendali ini dioperasikan melalui radio komunikasi. Caranya dengan memasang instrumen sinyal yang ada di kereta dan di sepanjang jalur kereta.

Setelah semua terpasang, nantinya komunikasi bisa dilakukan dengan operation command center atau sistem pengendalian yang ada di Lebak Bulus, Jakarta, Selatan.

“Instrumen persinyalan yang ada di kereta atau di sepanjang track dipasang. Dia bisa berkomunikasi dengan sistem yang akan mengoperasikan kereta yang ada di operation command center di Lebak Bulus,” tutur William.

Masih dalam rangkaian testing and commissioning test  ini, pada 10 September 2018 akan dilakukan tes uji pergerakan kereta (dynamic test) di jalur utama.

Kemudian, pada 12 November 2018 mulai dilaksanakan uji coba operasi sistem perkeretapaian secara terintegrasi.

Selanjutnya, uji coba kereta kedua sampai kereta ke-16 di jalur utama akan dilakukan pada 8 Desember 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X