Teliti Sebelum Membeli Properti Syariah

Kompas.com - 20/08/2018, 09:15 WIB
Ilustrasi rumah -Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena rumah syariah yang berkembang di Indonesia memang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang hendak membelinya.

Syarat mudah, seperti tidak perlu BI checking, uang muka rendah, hingga tidak adanya denda/sita bila terjadi tunggakkan cicilan, tentu akan membuat para pencari rumah tergiur.

Namun, transaksi yang tidak melibatkan perbankan tetap perlu diwaspadai oleh setiap calon konsumen yang ingin membeli rumah syariah.

Baca juga: Sebelum Beli Properti Syariah, Cek Dulu Hal Berikut...

Dikhawatirkan momentum ini justru akan dimanfaatkan para pengembang nakal yang ingin mendulang keuntungan pribadi dan merusak nama syariah.

"Konsumen harus hati-hati, harus dilihat reputasi dan track record pengembang. Jangan sampai niatnya syariah tapi tertipu di kemudian hari," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Secara umum, ia mengatakan, tidak ada persoalan dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan oleh para pengembang syariah.

"Yang penting tidak ada hukum positif atau regulasi yang dilanggar, baik dari sisi perbankan, perumahan, dan lain-lain," tambah Tulus.

Baca juga: Tertarik Bisnis Properti Syariah? Hilangkan Ketergantungan pada Bank

Meski demikian, ia berharap, pemerintah tetap mengawasi keberadaan para pengembang ini, untuk menghindari timbulnya potensi pelanggaran hak-hak konsumen pada kemudian hari.

"(Pemerintah) jangan bergerak setelah ada korban," ujarnya.

Founder Developer Properti Syariah (DPS) Rosyid Aziz memastikan, sejauh ini pihaknya selalu mematuhi regulasi yang telah ditetapkan pemerintah dalam mengembangkan proyek properti berbasis syariah.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X