Tertarik Bisnis Properti Syariah? Hilangkan Ketergantungan pada Bank

Kompas.com - 19/08/2018, 16:00 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tantangan dalam mengembangkan bisnis properti syariah adalah modal. Tak sedikit pengembang yang pada akhirnya melakukan pinjaman bank sebagai modal awal untuk memulai bisnis ini.

Namun dalam bisnis properti syariah, pelibatan bank diharamkan. Para pengembang properti ini khawatir, pelibatan bank justru akan menimbulkan riba.

Baca juga: Meski Syariah, Properti Ini Bisa Dibeli Non-Muslim

Lantas dari mana modal tersebut didapatkan?

"Enggak ada kami modal besar. Modal sampai miliaran rupiah enggak ada. Ratusan juta juga jarang kok," kata Founder Developer Properti Syariah (DPS) Rosyid Aziz kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pelibatan bank dalam bisnis properti hanya sebuah mitos yang keliru. Sebab, dengan memiliki modal awal puluhan juta pun, seseorang sudah bisa memulai bisnis properti syariah.

"Saya sering memulai dengan modal Rp 10 juta-Rp 20 juta, jadi proyek. Ada ilmu, teknis yang saya ajarkan," kata Rosyid.

Baca juga: Ini Beda Antara KPR Syariah dan KPR Bank Syariah

Rosyid menuturkan, para pengembang properti syariah umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan terdiri atas beberapa orang yang membentuk kelompok.

Di dalam kelompok tersebut ada kontraktor, pemilik lahan, hingga pemodal, sehingga membuat bisnis ini dapat berjalan dengan mudah.

"Mungkin ada yang salah tangkap ini ada investor, Wan Abud lah, orang Timur Tengah, atau orang Arab yang modalnya triliunan digelontorkan untuk menggarap proyek properti syariah ini. Enggak Pak," beber Rosyid.

"Dari 300 lebih proyek kami itu, yang melibatkan investor tidak sampai lima proyek. Itupun investor lokal, modal investasinya kecil Rp 100 juta-Rp 200 juta. Enggak sampai miliaran," imbuh dia.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X