Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler: Gaji Minimum untuk Beli Rumah hingga Rumah Kontainer

Kompas.com, 7 Agustus 2018, 12:17 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berencana untuk membeli rumah tahun ini? Pemerintah kini telah melonggarkan skema loan to value (LTV) yang bisa diberikan perbankan kepada calon pemohon kredit pemilikan rumah (KPR) pertama.

Lantas, berapa gaji yang harus dimiliki untuk bisa mengajukan permohonan tersebut? Kabar terkait hal ini menjadi salah satu yang terpopuler di kanal properti Kompas.com, sepanjang Senin (6/8/2018).

Kabar lain yang tak kalah menarik soal masuknya tim arsitek Indonesia di dalam salah satu nominator Dezeen Awards 2018.

Berikut kabar selengkapnya:

1. Beli rumah Rp 300 juta, berapa gaji yang harus dimiliki?

Pelonggaran LTV dipastikan akan membantu masyarakat yang ingin membeli rumah pertama mereka. Pasalnya, dengan kebijakan ini, masyarakat bisa mendapatkan hunian impian dengan uang muka yang jauh lebih ringan.

Kendati demikian, ada hal yang juga harus diperhatikan sebelum bisa mengajukan permohonan yaitu pendapatan bulanan.

Bank Indonesia mengatur besaran cicilan tidak boleh lebih dari 30 persen dari pendapatan per bulan.

Lantas, berapakah pendapatan yang harus dikantongi bila ingin membeli rumah seharga Rp 300 jutaan? Baca juga: Beli Rumah Rp 300 Juta, Berapa Gaji yang Harus Dimiliki?

Ilustrasi arsitekShutterstock Ilustrasi arsitek

2. Arsitek Indonesia masuk nominasi terbaik Dezeen Awards 2018

RAW Architecture, firma arsitek Indonesia akan bersaing dengan 19 nama lain dari sejumlah negara di dunia untuk menjadi yang terbaik pada ajang Dezeen Awards 2018.

Mereka bertarung dalam kategori 'Emerging Architect of The Year bersama-sama nama yang sudah tak asing lagi macam SHAU Architects dari Belanda, Studio Ben Allen dari Inggris serta Penda dari Austria.

Dezeen Awards 2018 merupakan ajang penghargaan bagi firma arsitek yang telah bekerja keras serta paling menonjol dalam setahun terakhir.

Apresiasi ini diberikan kepada setiap firma yang memiliki talenta terbaik, dalam kategori arsitektur, desain interior maupun kategori lainnya.

Baca juga: Arsitek Indonesia Masuk Nominasi Terbaik Dezeen Awards 2018

Ilustrasi Rumah kontainerNine Ilustrasi Rumah kontainer

3. Bangun rumah kontainer tak perlu IMB

Jika Anda perhatikan, di beberapa tempat kini marak bangunan yang memafaatkan kontainer bekas sebagai ruang usaha, seperti restoran dan kedai kopi.

Pemanfaatan kontainer kini semakin beragam, tak hanya dimanfaatkan sebagai kafe dengan tampilan estetis, namun bisa menjadi pilihan dalam membangun rumah.

Struktur bangunan berbahan dasar kontainer memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah tahan dari guncangan gempa.

Selain itu, bentuknya yang semi permanen memudahkan pemilik untuk memodifikasi dan memindahkannya. Bahkan untuk rumah kontainer satu lantai tidak memerlukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Menurut Director of Marketing PT Nebil Wong Group atau Rumah Kontainers Nabil Yusuf rumah dari bahan peti kemas ini termasuk bangunan semi permanen, sehingga dalam proses pembangunannya tidak memerlukan izin khusus.

"Kalau misal tidak ada tiang pancang tidak perlu IMB, cuma naruh doang itu tidak perlu pakai," ujar Nabil kepada Kompas.com, Sabtu (4/8/2018).

Baca juga: Bangun Rumah Kontainer Tak Perlu IMB

4. Bukan dengan waring, begini cara Summarecon hilangkan bau tak sedap

Bukan dengan waring atau jaring hitam dan pewangi, PT Summarecon Agung Tbk membangun buffer zone berupa ruang terbuka hijau (RTH), taman, dan danau untuk mengurangi bau dan polusi udara di lokasi proyek teranyarnya, Srimaya Residence.

Maklum, lokasi Srimaya Residence ini tak jauh jauh atau sekitar 4 kilometer dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantargebang, yakni di Jalan Raya Narogong, Bekasi.

Tak main-main, pengembang papan atas Nasional ini mengalokasikan 2,5 hektar dari total luas lahan pengembangan 15 hektar Srimaya Residence sebagai RTH.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur menjelaskan, lahan seluas 2,5 hektar tersebut memang didedikasikan untuk RTH sebagai bagian dari komitmen dan konsistensi perseroan kepada konsumennya.

"Kami akan memelihara pohon-pohon dan rumput eksisting dan menambahnya dengan menanam pohon yang memang bisa mengurangi bau sampah dari Bantargebang. Bau itu tak bisa dihilangkan, namun bisa dikurangi oleh buffer zone tadi," tutur Albert menjawab Kompas.com, Sabtu (4/8/2018).

Ilustrasi renovasi rumahwww.shutterstock.com Ilustrasi renovasi rumah

5. Hindari 3 kesalahan saat dekorasi rumah

Pemilik dan penghuni harus mengetahui cara untuk merawat dan memperbaiki rumah yang dimiliki untuk investasi.

Apabila rumah itu perlu direnovasi, mereka perlu tahu juga beberapa kesalahan yang harus dihindari saat perbaikan.

Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa rumah tersebut nantinya bisa dengan mudah disewakan dengan harga yang masuk akal sesuai pasar di wilayah rumah tersebut berada.

Menurut pendiri konsultan renovasi rumah Mamy Home, Amin Yusoff, ada tiga kesalahan yang sering dibuat oleh para pemilik rumah saat memperbaiki huniannya.

Kesalahan itu membuat mereka harus menanggung biaya yang cukup besar dan tidak bisa menyewakan atau menjual properti mereka dengan cepat dan mudah.

Apa saja kesalahannya? Baca juga: Hindari 3 Kesalahan Saat Renovasi Rumah

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau