Keuntungan lainnya adalah, bangunan dari peti kemas ini mudah untuk dipindah.
“Hemat, praktis, harga terjangkau. Area tanah yang sempit pakai kontainer bisa kita tumpuk, udah jadi,”
Tantangan
Selain hemat, hunian kontainer juga praktis karena satu kontainer tidak memakan banyak lahan. Untuk itu, bangunan kontainer harus ditambah dengan insulasi untuk mengurangi efek tersebut.
Nabil mengemukakan, bangunan kontainer bisa diberi tambahan lapisan glaswool.
Selain sebagai material untuk meredam suara, glaswool juga memiliki kemampuan untuk meredam panas dari luar.
“Baru dikasih pelapis gipsum, plywood, atau melamin sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dikasih wallpaper yang tinggal tempel,” tutur Nabil.
Tantangan lainnya adalah jalan di depan rumah harus cukup lebar untuk mengangkut dan memasang kontainer di lahan yang disediakan.
Ukuran juga tidak bisa sembarangan. Pada dasarnya peti kemas memiliki tiga ukuran yaitu 20 feet, 40 feet, dan high cube. Sehingga luas bangunan sebisa mungkin menyesuaikan besar kontainer yang digunakan.
Kontainer 20 feet memiliki panjang 6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter. Untuk ukuran 40 feet mempunyai panjang 12 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi mencapai 2,6 meter.
Sementara peti kemas high cube atau 45 feet memiliki panjang 13,7 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,9 meter.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.