Bank Syariah Biayai Jalan Tol Dinilai sebagai Terobosan Positif

Kompas.com - 02/08/2018, 20:56 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17 ANTARA FOTO/Risky AndriantoPekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) memperoleh pembiayaan kredit sindikasi dari 16 bank senilai Rp 11,363 triliun.  

Kredit sindikasi itu berasal dari perbankan konvensional sebanyak Rp 8,9 triliun dan perbankan syariah senilai Rp 2,4 triliun. 

Salah satu perusahaan yang memberikan kredit yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)-Unit Usaha Syariah.

Baca juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Syariah Pertama di Indonesia

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, ikut sertanya lembaga keuangan syariah dalam mendanai proyej infrastruktur merupakan terobosan pembiayaan positif.

“Menurut saya, ini perkembangan bagus ya. Sekarang bank syariah turut membiayai infrastruktur. Kehadiran PT SMI dengan Unit Usaha Syariah-nya menambah appetite dan kemampuan BUS dan UUS yang sudah ada,” ujar Emma Sri Martini kepada Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Dia menambahkan, dalam pembiayaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), PT SMI mengucurkan kredit secara keseluruhan senilai Rp 1,6 triliun.

Jumlah itu terdiri dari pembiayaan konvensional sebesar Rp 1,5 triliun dan pembiayaan syariah Rp 104 miliar.

Adapun penandatanganan perjanjian kredit sindikasi untuk membiayai pembangunan proyek jalan sepanjang 38,64 kilometer itu dilakukan pada Selasa (31/7/3018).  

Pihak yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB) yaitu PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Sementara pembiayaan konvensional diberikan oleh PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, PT Bank DKI, serta PT Indonesia Infrastructure Finance.

Sedangkan fasilitas pembiayaan syariah diberikan oleh PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRISyariah, Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bank CIMB Niaga, Tbk-Unit Usaha Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)-Unit Usaha Syariah, dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk-Unit Usaha Syariah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X