6 Bangunan Kayu Tertinggi di Dunia - Kompas.com

6 Bangunan Kayu Tertinggi di Dunia

Kompas.com - 30/07/2018, 12:00 WIB
Banyak arsitek kini berlomba-lomba untuk membangun gedung berbahan dasar kayu dibanding dengan baja dan besi. Selain karena strukturnya yang ringan, kayu juga mampu menyerap emisi karbonSteven Errico Banyak arsitek kini berlomba-lomba untuk membangun gedung berbahan dasar kayu dibanding dengan baja dan besi. Selain karena strukturnya yang ringan, kayu juga mampu menyerap emisi karbon

KOMPAS.com - Banyak arsitek kini berlomba-lomba untuk membangun gedung berbahan dasar kayu dibanding dengan baja dan besi.

Selain karena strukturnya yang ringan, bangunan kayu 10 lantai juga mampu menyerap 3.100 ton karbon, sebaliknya beton malah mengeluarkan 1.200 karbon.

Keunggulan lainnya adalah, kayu memiliki nilai estetika alam.

Beberapa material berbahan dasar kayu seperti CLT (Cross-Laminated Timber) dan Glulam (Glued Laminated Timber) sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembangunan.

Glulam merupakan salah satu jenis kayu komposit yang terbuat dari susunan lapisan kayu yang direkatkan satu sama lain.

Sedangkan CLT merupakan panel kayu yang terbuat dari beberapa lapisan kayu. Tiap lapisan merupakan kumpulan dari kayu gergaji padat yang direkatkan.

Berikut enam gedung tertinggi yang dibangun dengan material kayu:

Brock Commons Tallwood House - Vancouver

Brock Commons Tallwood House merupakan sebuah apartemen mahasiswa di Vancouver menjadi gedung berbahan dasar kayu tertinggi di dunia. Brock Commons Tallwood House merupakan sebuah apartemen mahasiswa di Vancouver menjadi gedung berbahan dasar kayu tertinggi di dunia.
Menjulang dengan ketinggian 53 meter, Brock Commons Tallwood House, sebuah apartemen mahasiswa di Vancouver, menjadi gedung berbahan dasar kayu tertinggi di dunia.

Bangunan ini mampu menampung 404 siswa serta menjadi bagian dari University of British Columbia (UBS).

Gedung ini menghabiskan dana 52 juta dollar AS untuk pembangunan. Bagian dinding apartemen 18 lantai ini terbuat dari glulam atau glulam. Sedangkan bagian lantai terbuat dari material CLT.

Uniknya bangunan ini hanya membutuhkan waktu 70 hari untuk proses pembangunan, empat bulan lebih cepat dari perencanaan.

Brock Commons Tallwood House dirancang oleh Acton Ostry Architect dan berkolaborasi dengan Fast + Epp serta penasihat bangunan kayu, Architekten Hermann Kaufmann dari Austria.

The Tree – Norwegia

Menjulang dengan ketinggian 49 meter, The Tree menjadi bangunan kayu tertinggi kedua saat ini. Menjulang dengan ketinggian 49 meter, The Tree menjadi bangunan kayu tertinggi kedua saat ini.
Menjulang dengan ketinggian 49 meter, The Tree menjadi bangunan kayu tertinggi kedua saat ini. Bangunan ini terdiri dari 14 lantai yang terbagi menjadi 11 ruangan dengan satu kamar tidur dan 51 ruangan dengan dua kamar tidur.

Material kayunya menggunakan kayu glulam dengan ketebalan setengah meter, sementara dinding dan lantai gedung menggunakan bahan CLT.

Pengembang The Tree, the Bergen and Omegn Building Society memercayai penggunaan material kayu dalam konstruksi mengunci 21 ribu ton emisi karbon dioksida.

25 King – Brisbane

Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang. Woods Bagot Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang.
25 King merupakan gedung perkantoran 10 lantai yang menjadi bangunan kayu tertinggi di Australia dan juga gedung perkantoran berbahan kayu tertinggi di dunia. Hampir seluruh materialnya terbuat dari CLT dan Glulam.

Aspek kayu juga ditampilkan dalam setiap interior ruangan, mulai dari lantai hingga bagian atap.

Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang dan akan selesai pada 25 Oktober mendatang.

Dalston Lane -London

Bangunan dengan ketinggian 33 meter ini merupakan gedung dengan konstruksi yang menggunakan material CLT pada hampir seluruh bagiannya. Bangunan dengan ketinggian 33 meter ini merupakan gedung dengan konstruksi yang menggunakan material CLT pada hampir seluruh bagiannya.
CLT (Cross-Laminated Timber) merupakan material yang kini lazim digunakan di gedung berbahan kayu. Dalston Lane salah satunya.

Bangunan dengan ketinggian 33 meter ini merupakan gedung dengan konstruksi yang menggunakan material CLT pada hampir seluruh bagiannya. Hal ini dibuktikan dengan bahan CLT yang digunakan di 10 lantai bangunan, mulai dari lantai, tangga, dinding, hingga eksterior bangunan.

Pemilihan CLT sebagai bahan baku pembuatan bukan tanpa alasan. Material CLT lebih ringan 30 persen dibanding semen atau baja pada umumnya.

Meski dibuat dari bahan CLT, semen dan baja masih tetap digunakan khususnya untuk basement hingga ground floor. Hal ini dilakukan untuk mencegah bangunan mudah rusak karena air.

The Cube – London

Gedung ini pernah menjadi bangunan kayu tertinggi di dunia setelah selesai dibangun pada tahun 2015.
Gedung ini pernah menjadi bangunan kayu tertinggi di dunia setelah selesai dibangun pada tahun 2015.
Bangunan 10 lantai ini menjulang dengan ketinggian 33 meter. Gedung ini pernah menjadi bangunan kayu tertinggi di dunia setelah selesai dibangun pada tahun 2015.

Bangunan ini pernah menjadi pemenang Evening Standard New Homes Award sebagai Developments of Outstanding Architectural Merit 2015.

Forte – Melbourne

Dirancang dan dibangun oleh Lendlease, gedung ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1.400 ton. Dirancang dan dibangun oleh Lendlease, gedung ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1.400 ton.
Forte merupakan bangunan pertama dan tertinggi yang terbuat dari kayu hingga saat ini di Australia. Struktur baja dan semen yang biasanya dipakai dalam gedung diganti dengan bahan kayu, atau lebih tepatnya material CLT.

Dirancang dan dibangun oleh pengembang Lendlease, gedung ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1.400 ton. Forte selesai dibangun hanya dalam waktu 11 bulan.



Close Ads X