Kompas.com - 19/07/2018, 19:36 WIB
 Direktur Operasional dan Teknik PT TMJ Ali Zaenal Abidin (paling kiri) dalam Pers Conference penyesuaian tarif tol pada jalan tol Semarang-Solo Seksi I dan II Semarang-Bawen, di Kantor PT TMJ, di Jalan Murbei No 1, Banyumanik, Semarang, Kamis (19/7/2018) petang. kompas.com/ syahrul munir Direktur Operasional dan Teknik PT TMJ Ali Zaenal Abidin (paling kiri) dalam Pers Conference penyesuaian tarif tol pada jalan tol Semarang-Solo Seksi I dan II Semarang-Bawen, di Kantor PT TMJ, di Jalan Murbei No 1, Banyumanik, Semarang, Kamis (19/7/2018) petang.

SEMARANG, KOMPAS.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan memberlakukan penyesuaian tarif Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I dan II (Semarang-Bawen) mulai 24 Juli 2018 mendatang.

Direktur Operasional dan Teknik PT TMJ Ali Zaenal Abidin mengatakan, berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 429/KPTS/M/2018 tanggal 10 Juli 2018 tentang penyesuaian tarif tol pada jalan tol Semarang-Solo Seksi I dan II (Semarang-Bawen), pihaknya akan melakukan penyesuaian tarif tol mulai Selasa (24/7/2018) pada pukul 00.00 WIB.

"Kami sudah sosialisasikan penyesuaian tarif ini via spanduk, variable message sign (VMS) di beberapa titik ruas Semarang-Bawen. Juga melalui informasi tertulis di gerbang tol," kata Ali dalam jumpa pers di kantor PT TMJ di Jalan Murbei No 1, Banyumanik, Semarang, Kamis (19/7/2018) petang.

Baca juga: Satu Kali Bayar di Tol Semarang Diharap Percepat Mobilitas Kendaraan

Ali menjelaskan, tarif tol yang akan berlaku berdasarkan Kepmen tersebut untuk kendaraan kecil golongan I berupa sedan, jip, truk kecil, serta bus akan dikenakan tarif sebesar Rp 7.500 di seksi I (Semarang-Ungaran) dan Rp 8.000 di Seksi II (Ungaran-Bawen).

Sementara, untuk truk golongan II dan III akan dikenakan tarif sebesar Rp 11.000 di seksi I dan Rp 12.000 di seksi II. Sedangkan truk golongan IV dan V besarnya tarif tol yang disesuaikan adalah Rp 15.000 di Seksi I dan Rp 16.000 di seksi II.

"Tarif tol ini rata-rata naik Rp 500 sampai Rp 1.000 untuk kendaraan golongan I dan II, dan turun antara Rp 3.000 hingga Rp 12.500 untuk kendaraan golongan III, IV dan V," jelas Ali.

Menurut Ali, penyesuaian dan evaluasi tarif tol ini dilakukan berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi.

Terakhir, progres fisik pembangunan paket 3.3D Sidorejo-Tengaran yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi baru mencapai 28,068 persen.Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Terakhir, progres fisik pembangunan paket 3.3D Sidorejo-Tengaran yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi baru mencapai 28,068 persen.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor15 tahun 2005 pasal 68 sebagaimana telah diubah melalui PP Nomor 43 tahun 2013, menyebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Tarif tol awal, kata Ali, dihitung berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan dan kelayakan investasi.

Sedangkan perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.