51 Persen Kasus Properti karena Pembangunan Tak Jelas

Kompas.com - 17/07/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seakan tak ada habisnya, transaksi jual beli properti selalu menimbulkan persoalan setiap tahunnya.

Setidaknya, ada tiga hal krusial yang berpotensi menimbulkan masalah, yaitu proses konstruksi, dokumen perjanjian dan bukti kepemilikan, serta pengelolaan dan pemeliharaan.

Dari 60 aduan yang diterima Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang 2017, laporan terbanyak terkait masalah proses pembangunan.

Baca juga: Kasus Pengembang Properti vs Konsumen, Terbesar Ketiga Sepanjang 2017

"51 persen data di YLKI ini terkait pembangunan, jadi konsumen sudah bayar, tetapi pembangunannya belum ada," kata Pengurus Harian YLKI Sularsih kepada Kompas.com, Selasa (17/8/2018).

Menurut dia, tingginya aduan terkait masalah ini, tidak terlepas dari lemahnya pengawasan pemerintah.

Kendati begitu, sejatinya pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang mengatur syarat penjualan bagi pengembang, yaitu minimal 20 persen.

Namun, karena minimnya pengawasan yang dilakukan pemerintah, akhirnya syarat tersebut sering kali diabaikan.

"Yang terjadi di lapangan, mereka hanya menjual gambar," kata dia.

Baca juga: Cermati Klausul Perjanjian Sebelum Beli Rumah

Alhasil, tak jarang ada pengembang yang molor dalam merealisasikan janji mereka untuk menyerahkan unit yang telah dibeli konsumen, baik itu rumah tapak maupun apartemen.

"Itu karena status tanahnya belum tahu, IMB juga masih dalam proses. Tapi ini (konsumen) sudah deal untuk membeli dulu," ujarnya.

Persoalan lain yaitu soal pembayaran bertahap yang dilakukan langsung oleh konsumen kepada pengembang.

Padahal, Sularsih mengatakan, skema pembayaran ini cukup rawan lantaran pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga tidak bisa menjamin keamanannya.

Berbeda halnya bila transaksi pembayaran dilakukan melalui perbankan yang membiayai pengembang dalam pembangunan.

Skema ini jelas dan ada pengawasan dari Bank Indonesia serta OJK dalam pelaksanaannya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X