Meski Bisnis Properti Lesu, BSDE Sukses Jual 60 Persen Rumah Tapak

Kompas.com - 25/06/2018, 17:48 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hampir semua pengembang properti mengalami penurunan angka penjualan, baik rumah tapak maupun apartemen, selama bulan puasa dan Lebaran 2018 lalu.

Meski demikian, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil mencatat penjualan signifikan salah satu proyek rumah tapak (landed house) hingga 60 persen.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya menuturkan, sama seperti pengembang lainnya, secara umum jumlah penjualan segala jenis produk BSDE menurun selama dua hajatan umat Muslim lalu.

Baca juga: BSDE Optimistis Rumah Rp 8 Miliar Terjual Habis dalam 3 Bulan

Namun demikian, Hermawan sudah memprediksi hal itu dengan tidak meluncurkan proyek baru berskala besar. Terbukti, strategi tersebut mengantarkan BSDE sukses menjual proyek rumah tapaknya sebanyak 60 persen.

“Secara umum penjualan turun. Kami antisipasi dengan tidak launch proyek besar, tetapi ada satu proyek pada awal Juni yang bisa dijual sampai 60 persen,” ucap Hermawan Wijaya saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/6/2018).

Namun, dia tidak menyebutkan angka pasti penjualan proyek rumah tapak tersebut.

Dalam waktu dekat, ungkapnya, ada lagi peluncuran proyek rumah yang menurut rencana dilakukan pada bulan Juli dan Agustus nanti.

Pihaknya berusaha meraih target pencapaian penjualan tahun ini senilai Rp 7,2 triliun dengan meluncurkan produk baru dan terus memasarkan produk lama.

“Tujuannya untuk mencapai  target marketing sales dengan launch produk baru dan menjual produk lama,” tutur Hermawan.

Baca juga: Antisipasi Rebound Perkantoran, BSDE Akuisisi Bakrie Tower

Mengenai segmen penjualan, dia mengatakan segmen pembeli kebanyakan di kelas menengah dengan harga mulai dari Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar.

“Kami main di pasar itu. Sebagian berada di BSD City,” terang Hermawan.

Adapun soal cara pembayaran kebanyakan masih melalui KPR, yaitu 60 persen-65 persen pembeli. Sedangkan sisanya, sejumlah 30 persen-35 persen, menggunakan cara tunai keras dan tunai bertahap.

Dia juga mengungkapkan, serah terima rumah dalam dua tahun karena kondisi bangunannya belum jadi. Biasanya proses pembangunan rumahnya bisa sampai 18 bulan.

“Tapi kalau ready stock bisa langsung serah terima,” pungkas Hermawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X