BSDE Siapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun - Kompas.com

BSDE Siapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun

Kompas.com - 13/02/2018, 20:00 WIB
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya saat berbincang dengan CEO Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra dan Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe (kanan) di Jakarta, Selasa (13/2/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya saat berbincang dengan CEO Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra dan Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe (kanan) di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 4 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut hampir sama dengan nilai capex pada 2017.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, sebagian besar dana yang dialokasikan berasal dari kas perusahaan.

Baca juga : Siapa Raja Properti Tanah Air?

"Tapi, kalaupun diperlukan penambahan, debt ratio kami masih bisa mencapai 35 persen," kata Hermawan di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dari dana tersebut, ia menambahkan, sebesar Rp 1 triliun akan digunakan untuk belanja lahan di sejumlah wilayah.

Namun, Hermawan enggan memprediksi berapa hektar lahan yang akan diakuisisi dengan anggaran tersebut.

Di samping itu, anggaran itu juga akan digunakan untuk menggarap proyek hunian, baik rumah tapak maupun apartemen yang kini tengah dipasarkan.

Seperti proyek Southgate TB Simatupang seluas 5,4 hektar, apartemen Klaska Residence seluas 3,2 hektar, dan The Zora di BSD City seluas 19 hektar.

"Untuk The Zora ini kami gabung dengan Mitsubishi. Kami memiliki sekitar 40 persennya. Segmentasinya untuk kelas menengah atas dengan harga kisaran Rp 4 miliar sampai Rp 7 miliar," ungkap Hermawan.

Sementara itu, untuk meningkatkan pendapatan berulang, BSDE melakukan ekspansi an-organik.

Pada 2017, BSDE mengakuisisi 13 lantai Bakrie Tower dengan net leasable area (NLA) mencapai 17.000 meter persegi dengan rata-rata harga sewa Rp 300.000 per meter persegi per bulan.

Sejauh ini, okupansi di Bakrie Tower telah mencapai 23 persen pada Januari 2018. BSDE menargetkan okupansi bisa mencapai 80-90 persen pada 2019.

Selain itu, BSDE juga mengakuisisi Sinarmas MSIG Tower yang berada di kawasan Sudirman, Jakarta.

Luas NLA yang diakuisisi mencapai 68.525 meter persegi dengan rata-rata harga sewa Rp 260.000 per meter persegi per bulan.

Adapun tingkat okupansi MSIG Tower saat ini mencapai 40 persen. Target yang sama ditetapkan BSDE, yaitu 80-90 persen pada 2019.


Komentar
Close Ads X