Minim Lahan Parkir, Larangan Operasi Angkutan Barang Bisa Bermasalah

Kompas.com - 05/06/2018, 01:05 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com - Pembatasan operasional angkutan barang oleh Menteri Perhubungan pada sembilan ruas jalan tol dan empat ruas jalan nasional akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Semarang, selama penyelenggaraan arus mudik dan balik lebaran 2018.

Jalan-jalan arteri di Kabupaten Semarang diperkirakan akan menjadi lahan parkir bagi truk-truk angkutan barang yang tidak bisa melintas.

Hal ini akan menimbulkan persoalan baru, yakni simpul kemacetan akibat penyembitan bahu jalan.

Baca juga: Tol Salatiga-Kartasura Fungsional 8 Juni, Dua Rest Area Disiapkan

"Bagaimana dengan jalur arteri yang dilalui pemudik? Jika tidak diatur maka bisa menimbulkan simpul kemacetan. Ini yang menjadi pemikiran kami,” Kata Sekretaris Dishub Kabupaten Semarang Djoko Noerjanto, usai menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2018 di Mapolres Semarang di Ungaran, Senin (4/6/2018) siang.

Menurut Djoko, larangan operasional mobil barang seharusnya juga diikuti dengan penyediaan kantong-kantong parkir yang memadai. Seperti halnya di Kabupaten Semarang, hingga kini belum tersedia kantong parkir yang memadai.

Untuk itu, pihaknya berencana melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah terkait pemberlakuan peraturan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 34 tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018.

"Jika tidak ada kantong parkir, truk-truk itu pasti berhenti di bahu jalan. Itu akan mengganggu pengguna jalan lainnya," tegasnya.

Baca juga: Angkutan Barang Dibatasi Maksimal H-3 Lebaran

Menurut Djoko, Peraturan Pembatasan operasional angkutan barang oleh Menteri Perhubungan pada sembilan ruas jalan tol dan empat ruas jalan nasional itu sifatnya berlaku nasional.

Pihaknya berharap ada solusi yang diberikan oleh Dishub Provinsi Jateng agar dampak kebijakan pembatasan operasional tersebut dapat diminimalisasi.

"Ada hal-hal yang perlu dipertimbangan secara regional. Tidak hanya secara nasional, karena semuanya demi kelancaran dan keselamatan,” ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.