Kompas.com - 02/06/2018, 22:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani optimistis pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2018 akan berlangsung lebih baik dibanding tahun lalu.

Hal ini dimungkinkan karena koordinasi, sinergi, kerja sama, dan komunikasi lintas sektor terus dilakukan hingga ritual tahunan tersebut berakhir.

Baca juga: Perjalanan Merapah Trans Jawa 3 Resmi Dimulai

"Sebagaimana kita ketahui, kegiatan mudik-balik Lebaran ini adalah kegiatan Nasional. Hampir sebagian besar masyarakat mengikuti kegiatan ini, dan kami sebagai pemegang peran yang sangat vital, hadir dengan berbagai persiapan yang telah dan akan dilakukan," kata Desi usai sebelum pelepasan Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, di Kantor Pusat Jasa Marga, Sabtu (2/6/2018).

Jasa Marga sendiri telah melakukan upaya-upaya sinergis dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, PLN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Perbankan, hingga antara perusahaan BUMN.

Infrastruktur

Desi menuturkan, beberapa langkah antisipasi yang dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang melintasi ruas-ruas tol yang dimiliki Jasa Marga.

Kendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Kendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7.
Dari sisi infrastruktur tol, sudah ada peningkatan yang cukup signifikan bila dibandingkan tahun lalu. Beberapa ruas yang sebelumnya masih dibuka fungsional, kini sudah dioperasikan.

Misalnya, Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Salatiga, Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan, Tol Mojokerto-Surabaya dan sebagian ruas Tol Gempol-Pasuruan.

Selain itu, ada pula ruas tol yang akan dibuka secara fungsional tahun ini. Misalnya, ruas Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer dan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer.

"Kami juga memiliki ruas tol yang fungsionalnya cenderung darurat, yaitu ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura, kemudian ruas tol yang dibangun pemerintah yaitu Wilangan-Kertosono," sambung dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.