Skenario Korlantas Atasi Macet Mudik Tahun Ini

Kompas.com - 29/05/2018, 21:30 WIB
Seluruh lajur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) digunakan untuk arus balik menuju Jakarta mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Sejumlah pemudik yang terjebak macet berusaha menyeberangi median tol, Sabtu (1/7/2017).Kompas.com/Palupi Annisa Auliani Seluruh lajur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) digunakan untuk arus balik menuju Jakarta mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Sejumlah pemudik yang terjebak macet berusaha menyeberangi median tol, Sabtu (1/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas ( Korlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pihaknya menyiapkan tujuh langkah untuk melakukan pengamanan arus mudik tahun 2018 ini.

Hal itu untuk mewujudkan dua target utama, yaitu kelancaran arus mudik yang lebih baik dan keselamatan yang lebih terjamin.

Dari tujuh langkah yang ditetapkan, salah satunya yakni penanganan kemacetan yang responsif.

Baca juga: Waspadai 6 Titik Kemacetan Ini Saat Mudik Nanti

Maksudnya, mengetahui lebih awal tentang kepadatan arus di ruas tertentu dan penyaluran kepadatan arus.

“Kemacetan harus bisa diramal kira-kira di mana dan kapan akan terjadi. Cuaca saja bisa diramal, kemacetan juga harus bisa diramal,” kata Royke Lumowa di Jakarta, seperti diwartakan Kompas.com, Jumat (4/5/2018).

Korlantas bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk membuat perhitungan tentang lokasi mana saja yang berpotensi terjadi kemacetan. 

“Ada beberapa skenario yang disiapkan jika ada kepadatan di Cikampek, Gandulan, Manyaran, dan lain-lain. Skenario itu mulai dari pengalihan arus, contraflow, hingga oneway,” ujar Royke.

Berikut ini skenario mengatasi kemacetan:

  1. Pengendalian arus lalu lintas melalui gerbang tol Cikarang Utama dan Palimanan meggunakan counting system.

  2. Melakukan contra flow bila terkadi kemacetan di ruas tertentu jalan tol.

  3. Melakukan pengalihan kendaraan dari jalan tol menuju arteri untuk membagi volume kendaraan.

  4. Melakukan buka tutup arus lalu lintas pada jalan arteri unuk memberi prioritas pada jalur yang diutamakan.

Ini langkah detailnya: 

  1. Jika terjadi antrean kendaraan di rest area 19, 33, 39, dan 50 Tol Cikampek maka akan dilakukan contra flow satu jalur untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

  2. Jika terjadi antrean kendaraan di Gerbang Tol Gandulan maka kendaraan yang mengarah ke Semarang akan dikeluarkan ke jalur non-tol melalui Pemalang barat.

  3. Jika terjadi antrean kendaraan sepanjang 3 kilometer maka kendaraan yang mengarah ke Semarang akan dikeluarkan ke jalur non-tol melalui exit Weleri atau Gringsing, Kandeman, dan Gandulan.

  4. Jika terjadi  kepadatan di rest area Tol Cipali Km 101 dan Km 130 akan diberlakukan contra flow untuk mengurainya.

  5. Jika  tidak memungkinkan dilakukannya contra flow maka kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan dikeluarkan ke jalan non-tol untuk mengurai kepadatan.

  6. Jika dua skenario sebelumnya dinilai kurang efektif maka akan dilakukan buka tutup arus lalu lintas dengan memprioritaskan kendaraan menuju Jakarta.

  7. Jika terjadi kepadatan di rest area Tol Cipali Km 62, Km 52, dan Km 42 maka akan diberlakukan contra flow untuk mengurai kepadatan.

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Infografik Top up E-Toll

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X