Krapyak dan Salatiga, Potensial Macet Parah Saat Mudik 2018

Kompas.com - 27/05/2018, 22:01 WIB
Masjid Jami Baitul Mustaghfirin masih berdiri kokoh di tengah jalan Tol Semarang-Batang seksi V Kaliwungu-Krapyak, Jumat (18/5/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINMasjid Jami Baitul Mustaghfirin masih berdiri kokoh di tengah jalan Tol Semarang-Batang seksi V Kaliwungu-Krapyak, Jumat (18/5/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara meminta pemerintah memperhatikan potensi kemacetan parah saat mudik Lebaran 2018, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Ada dua titik yang perlu diantisipasi yaitu exit toll  Krapyak di Kota Semarang, dan exit toll Salatiga.

Baca juga: Tahun Lalu Gringsing, Tahun 2018 Krapyak Bakal Naik Daun

“Krapyak itu perlu diantisipasi karena ada tambahan jalur baru dari Batang. Itu pasti akan terjadi bottleneck di sana jadi perlu rekayasa. Lalu keluar Salatiga itu jalannya kecil sekali,” ujar Juliari kepada Kompas.com, saat kunjungannya di Semarang, Minggu (27/5/2018).

Dia menuturkan, pemerintah harus sejak dini mengantisipasi potensi titik kemacetan baik di jalan tol yang sudah operasional maupun masih fungsional. Selain itu, pemerintah harus tetap memperhatikan potensi kemacetan di jalan nasional pantai utara (pantura) Jawa.

“Antisipasi harus dari sekarang, nanti pasti akan jadi titik kemacetan. Krapyak pasti lebih macet, lalu keluar Salatiga karena jalannya kecil,” ucapnya.

Khusus di jalur pantura, Juliari mengusulkan pemerintah pusat melibatkan pemerintah daerah. Potensi kemacetan yang biasa terjadi perlu diurai sesegera mungkin, dan diperlukan rekayasa lalu lintas.

“Titik kemacetan di jalur pantura yang biasa kan pasti ada, kalau bisa lampu merahnya direkayasa seperti apa, atau sebagian jalan dibuka-tutup. Itu perlu diperhatikan rekayasa lalu lintasnya,” sambung dia.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah dalam rangka pengamanan menyiagakan satu mobil patroli di tiap 5 kilometer di ruas jalan tol fungsional yang akan dibuka untuk arus mudik tahun ini. Mobil patroli nantinya diisi dari unsur gabungan dari Brimob, dan Lalu Lintas.

Baca juga: Polisi Siagakan Mobil Patroli Tiap 5 KM Tol Fungsional

“Tiap 5 kilometer ada mobil patroli gabungan dari brimob dan lalu lintas, termasuk penerangan akan digelar di situ,” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Sabtu (26/5/2018).

Dijelaskan Condro, mobil patroli di tiap 5 kilometer di ruas tol fungsional dari Pemalang hingga Semarang merupakan bentuk dukungan kepolisian untuk pengamanan mudik. Mobil patroli merupakan kendaraan dinas dari polres setempat.

“Jadi nanti pakai moblitasi dari polres masuk di situ, lalu rest area juga ada. Antar rest area juga nanti dibantu lampu sar milik polri,” katanya.

Polda Jateng menerjunkan sekitar 21.000 personelnya untuk arus mudik kali ini. Mereka tersebar di berbagai ruas jalan tol baik jalan pantura, jalan pantai selatan hingga wilayah Jawa Tengah bagian tengah. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X