Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berita Penting: Nongkrong Gratis di Starbucks hingga Laba IKEA Anjlok

Kompas.com, 22 Mei 2018, 11:33 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita mengenai Starbucks memperbolehkan tamu yang datang ke gerainya hanya duduk tanpa berbelanja masih menarik dan menjadi berita paling populer di kanal Properti Kompas.com, Senin (21/5/2018).

Selain itu, kabar soal sejarah penggunaan Istana Kensington di Inggris yang kini menjadi tempat tinggal Pangeran Harry dan Meghan Markle juga masih banyak menarik minat pembaca.

Untuk selengkapnya, berikut ini daftar berita terpopuler:

1.  Tamu boleh masuk ke Starbucks tanpa belanja

Peritel kopi global Starbucks mengeluarkan kebijakan baru. Semua masyarakat boleh duduk di tokonya, meski tak belanja apa-apa.

Kabar populis tersebut muncul setelah Starbucks berulang kali tersandung kasus bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Terkait berulangnya kasus SARA di tokonya, Starbucks telah mengeluarkan surat edaran resmi pada Sabtu (19/5/2018) yang berisi panduan baku terhadap tamu. 

Hal itu dilakukan agar toko Starbucks menjadi inklusif bagi semua golongan. Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, surat itu berbunyi, "Setiap orang yang datang ke area Starbucks, termasuk wilayah luar ruang dan toilet, adalah tamu. Tanpa perlu mempertimbangkan mereka membeli sesuatu atau tidak".

Peraturan baru itu diharapkan mencegah kasus SARA terjadi lagi di dalam Starbucks.

Baca berita selengkapnya di sini: Resmi, Starbucks Bolehkan Tamu Nongkrong Tanpa Belanja

2.  Sejarah perjalanan Istana Kensington

Pada Sabtu (19/5/2018), Pangeran Harry menikahi mantan aktris asal Amerika Serikat, Meghan Markle. Setelah menikah, Harry dan Markle akan pindah ke Apartemen 1 di Istana Kensington.

Pangeran Harry dan tunangannya, Meghan Markle saat diabadikan di Istana Kensington, London, Senin (27/11/2017).Daniel LEAL-OLIVAS / AFP Pangeran Harry dan tunangannya, Meghan Markle saat diabadikan di Istana Kensington, London, Senin (27/11/2017).
Istana ini merupakan hunian yang luas dan bersebelahan dengan tempat tinggal Pangeran William dan Kate Middleton saat ini bersama ketiga anak mereka.

Harry pernah beberapa tahun tinggal di Istana Kensington dan dia kembali lagi ke sana pada tahun 2012.

Sebelumnya, dia tinggal di sebelah hunian William dan Kate (Duke and Duchess of Cambridge) di sebuah apartemen kecil yang dijuluki "the royal bedsit" karena fasilitasnya yang tidak memadai.

Baca berita selengkapnya di sini: Sejarah Istana Kensington, Hunian Pangeran Harry-Meghan Markle


3. Penyebab tumbangnya peritel "Big Box" di Singapura 

Kelamnya industri ritel merebak hingga jiran Indonesia, Singapura. Negeri surga belanja itu bersiap kehilangan toko serba ada raksasa, Big Box.

Penjualan bangunan Big Box terbuka bagi pihak yang berminat dan akan ditutup hingga tanggal 14 Juni 2018 pukul 15.00 waktu setempat.CUSHMAN & WAKEFIELD Penjualan bangunan Big Box terbuka bagi pihak yang berminat dan akan ditutup hingga tanggal 14 Juni 2018 pukul 15.00 waktu setempat.
Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan di mana Big Box berada segera dijual. Asal tahu saja, bangunan delapan lantai di Jurong East Regional Center itu dimiliki Big Box Pte Ltd.

Sebesar 51 persen kepemilikannya disubsidi karena merupakan anak perusahaan peritel elektronik, TT International.

Direktur Eksekutif Pasar Modal Shaun Poh mengatakan, Big Box memiliki luas ruangan lebih dari 130.000 meter persegi. Itu menjadi aset terbesar yang akan dijual dalam beberapa tahun terakhir.

Baca berita selengkapnya di sini: Mengapa Big Box Singapura Tumbang?


4. Trik agar pajangan foto di rumah lebih keren 

Sebagai saksi bisu, foto yang menceritakan peristiwa penting dan berkesan yang kita alami, dapat dijadikan elemen dekorasi interior sekaligus 'menghangatkan’ rumah.

Foto-foto sebagai angka jam. Unik dan fungsional.www.arsitag.com Foto-foto sebagai angka jam. Unik dan fungsional.
Foto-foto tersebut juga dapat memberi semangat untuk memulai hari, teman pada saat kesepian, dan topik hangat untuk saling berbagi cerita saat anggota keluarga berkumpul.

Dalam memajang foto, biasanya kita mengandalkan keindahan variasi dan warna-warni bingkai.

Padahal, cara memajang foto tidak hanya digantung di dinding dalam sebuah bingkai. Ada berbagai cara kreatif dan unik agar foto itu juga menjadi bagian dekorasi interior rumah.

Baca berita selengkapnya di sini: Trik Memajang Foto agar Rumah Tampil Keren

5. Laba IKEA anjlok 40 persen

Peritel furnitur kondang asal Swedia, IKEA, batal membangun toko terbesar kedua di Inggris. Mereka terimbas menipisnya pundi-pundi.

IKEASHUTTERSTOCK IKEA
Sebagaimana diwartakan The Guardian, Sabtu (19/5/2018), toko raksasa yang batal digarap itu terletak di Cuerden, Preston, Inggris.

Menurut IKEA, toko yang digadang-gadang bisa menyerap 350 pekerjaan tersebut tidak lagi memungkinkan secara bisnis. Hal itu mengingat IKEA mengalami penurunan laba drastis di Negeri Ratu Elizabeth.

Data terakhir per 31 Agustus 2017, laba IKEA turun hampir 40 persen dari sebelumnya 140 juta poundsterling menjadi 87 juta poundsterling. Anjloknya laba tersebut diyakini tak lepas dari membengkaknya upah kerja dan biaya operasional toko.

Baca berita selengkapnya di sini: Laba Anjlok 40 Persen, IKEA Batal Bangun Toko Raksasa

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau