Kerawanan Mudik di Jalan Tol, dari Asongan hingga Ancaman Teror

Kompas.com - 20/05/2018, 19:00 WIB
Pintu Gerbang Tol Sidoarjo, Jatim TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO Pintu Gerbang Tol Sidoarjo, Jatim

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya kemacetan, ancaman teror di jalan tol saat mudik Lebaran 2018 juga turut menjadi perhatian pemerintah.

Baru-baru ini, sebuah benda mencurigakan dilempar orang tidak dikenal dari dalam mobil ke Gerbang Tol (GT) Sidoarjo 1, Jumat (18/5/2018).

Tim Gegana pun diterjunkan untuk mengamankan benda asing yang diduga bom tersebut. Akibatnya, arus kendaraan sempat dialihkan untuk sterilisasi lokasi.

Baca juga: Usai Sterilisasi Benda Mencurigakan, GT Sidoarjo 1 Dibuka Kembali

Pascateror yang terjadi dua pekan lalu di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, rentetan aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Tak hanya itu, Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap sejumlah terduga teroris di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi aksi serupa di daerah lain.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut memberikan perhatian lebih atas potensi teror yang terjadi di jalan tol.

Terutama, pada saat arus mudik dan balik, dimana kepadatan volume kendaraan tertinggi terjadi.

"Di sana kan kami selalu kerja sama dengan Kemenhub dan Kakorlantas (untuk pengamanan aksi teror)," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto di Jakarta, Jumat lalu.

Hal lain yang tak luput menjadi perhatian yaitu kehadiran pedagang asongan di jalan tol. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan, terutama di sekitar gerbang tol.

Arie mengatakan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan pedagang asongan di jalan tol.

"Yang sudah bagus itu seperti Pemda Garut. Di sana kan banyak dokar, mereka akan memberikan insentif untuk tidak beroperasi saat arus mudik dan pengemudinya akan diberikan insentif untuk hal tersebut," kata dia.

Delapan titik macet

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol telah mengidentifikasi delapan titik kemacetan yang berpotensi terjadi selama arus mudik dan balik lebaran.

Kedelapan titik tersebut yakni Tol Merak-Cikupa terutama ruas Serang Timur menuju Merak, dan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari Simpang Susun (SS) Cikunir, lokasi pekerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama.

Kemudian, GT Palimanan, GT Ciawi, Tol Pemalang-Batang exit Sewaka yang menuju jalur fungsional, dan Tol Batang-Semarang yang dibuka fungsional hingga Krapyak, terus sambung ke Tol Semarang ABC.

Berikutnya, Tol Semarang-Solo terutama SS Bawen/Salatiga yang menuju jalur fungsional. Terakhir, akses masuk tempat istirahat dan parking bay.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X