Ciputra: Bisnis Properti Indonesia Saat Ini Ada Pada Pukul 5 Pagi - Kompas.com

Ciputra: Bisnis Properti Indonesia Saat Ini Ada Pada Pukul 5 Pagi

Kompas.com - 11/05/2018, 23:30 WIB
CiputraHilda B Alexander/Kompas.com Ciputra

JAKARTA, KOMPAS.com - Dollar AS boleh saja perkasa dengan mempecundangi Rupiah di angka Rp 14.000. Namun begitu, bisnis properti Indonesia justru tengah bersiap menyongsong masa depan yang cerah.

Jika merunut pada siklus krisis setiap 10 tahun sekali, maka kebangkitan bisnis yang melibatkan 177 industri ini akan terjadi pada 2019 nanti.

Demikian analisa begawan properti Ciputra dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, Jumat (11/5/2018).

Baca juga: Ciputra, di Antara Megaproyek Reklamasi, Warisan Karya, dan Putera Mahkota

Menurut pendiri sekaligus pemilik imperium bisnis Ciputra Group ini, Indonesia sudah mengalami krisis berkali-kali, namun mampu bangkit kembali.

Tahun 1998 krisis multidimensi, tapi kemudian bisa bangkit lagi. Berikutnya 2008 krisis finansial globl, dan sekali lagi kita bisa pulih, bahkan terjadi ledakan properti pada 2012.

"Tahun ini juga bisa disebut krisis, tantangan berat dan Rupiah anjlok. Namun tanda-tanda bangkit justru jelas terlihat, yakni meningkatnya penjualan," papar Ciputra.

Baca juga: Ambisi Ciputra Kuasai Timur Indonesia

Dia pun memberi contoh PT Metropolitan Land Tbk (Metland) yang mampu meraup laba bersih Rp 451,7 miliar. 

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Jumlah ini meningkat signifikan 66,5 persen dari tahun 2016 dan melampaui target penjualan, sehingga laba yang terbukukan pun ikut meningkat.

Tak hanya laba, nilai aset perseroan pun bertumbuh 23,9 persen yaitu mencapai Rp 4,9 triliun. Sedangkan ekuitas tumbuh 19,9 persen menjadi Rp 3 triliun.

Sementara untuk kinerja PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang dinakhodai Candra Ciputra, pada Kuartal I-2018 mencetak pendapatan Rp 1,3 triliun. Tahun 2017 periode yang sama Rp 900 miliar.

"Meski tipis, kami masih mencetak profit," sambung dia.

Baca juga: Bisnis Properti Pulih, Ciputra Beach Resort Bali Terjual 70 Persen

Nivata Tabanan BaliDokumentasi Ciputra Property Nivata Tabanan Bali
Ciputra membaca, meski disebut krisis, namun tahun ini bisnis properti Indonesia sedang berada pada pukul 05.00 pagi. 

"Itu artinya sebentar lagi mentari menyingsing, dan akan cerah. Tahun depan akan membaik. Meskipun ada hajatan besar, Pilpres 2019, kalau hanya berdebat saja, dalam arti tidak ada kejadian luar biasa, tidak akan ada pengaruhnya terhadap properti," urai Ciputra.

Karena itu, Ciputra berharap semua pihak, terutama Bank Indonesia (BI) mau melakukan intervensi berupa pencegahan supaya dollar AS tidak terus melonjak.

Caranya, imbuh dia, dengan menaikkan interest rate, dan dollar AS pun akan tertekan.

 



Close Ads X