Selain itu, pola Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sedang diupayakan agar peran sektor swasta dalam pemenuhan rumah meningkat.
Ia menegaskan, pemerintah siap bekerja sama dengan swasta dalam pola kerja sama di bidang perumahan itu.
"Bisa saja swasta memanfaatkan tanah-tanah milik pemerintah untuk pembangunan rumah, atau bisa juga swasta murni yang membangun dan pemerintah mendukung lewat pembangunan infrastrukturnya," ujarnya.
(Baca: Pemerintah Optimistis Satu Juta Rumah Terbangun Tahun Ini)
Ketua Umum Realestat Indonesia, Soelaeman Soemawinata, mengatakan para pengembang yang tergabung dalam asosiasi REI siap mendukung pembangunan kota baru itu.
Salah satu wujudnya adalah mendorong pembangunan hunian vertikal sehingga hunian untuk masyarakat bisa terpenuhi dan pemanfaatan lahan juga lebih efisien.
Saat ini, anggota REI mencapai 5.200 pengembang. Sebanyak 4.000 pengembang bergerak di pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Sisanya, 1.200 pengembang membangun rumah komersial untuk non-MBR maupun apartemen dan ritel lainnya. Kami siap membantu pemerintah," katanya.
Salah satu upaya mengenalkan produk hunian kepada masyarakat adalah melalui pameran perumahan seperti REI Mega Expo di JI Expo Kemayoran yang digelar 19 hingga 29 April 2018.
Rumah-rumah hasil pembangunan yang dilakukan oleh sejumlah pengembang besar di Indonesia mulai dari harga ratusan juta sampai miliaran rupiah ditampilkan di sini.
"REI selalu berkontribusi nyata dalam pembangunan properti di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa kemakmuran suatu bangsa bisa dilihat dari pertumbuhan propertinya," katanya.