KILAS

Pemerintah Optimistis Satu Juta Rumah Terbangun Tahun Ini

Kompas.com - 04/04/2018, 17:10 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, membangun rumah khusus nelayan di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan rumah khusus ini dimulai pada 29 Maret 2017 sampai dengan 23 Desember 2017.
Dok. Humas Ditjen Penyediaan PerumahanKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, membangun rumah khusus nelayan di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan rumah khusus ini dimulai pada 29 Maret 2017 sampai dengan 23 Desember 2017.


KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat optimistis pembangunan satu juta rumah bisa tercapai pada 2018 ini. Sebab, kebutuhan akan rumah bagi masyarakat di Indonesia saat ini masih sangat tinggi.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, kebutuhan rumah per tahun bisa mencapai angka 800.000 unit. Hal itu menjadi salah satu peluang bagi para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk lebih bersemangat dalam membangun rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat adalah dengan melaksanakan Program Satu Juta Rumah. Program tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dilatarbelakangi tingginya backlog perumahan sekitar 11,6 juta unit rumah.

Sebagai tonggak dimulainya pelaksanaan program tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mencanangkan pelaksanaan Program Satu Juta Rumah pada 29 April 2015 di Ungaran, Jawa Tengah. Sebagai payung hukumnya, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

(Baca: Rumah di NTT Tak Layak Huni)

“Melalui program ini, diharapkan dapat terbangun satu juta unit rumah untuk masyarakat setiap tahunnya,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Rabu (4/4/2018).

Pada dasarnya, Program Satu Juta Rumah (PSR) merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah untuk terwujudnya percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat, dalam rangka pengurangan backlog perumahan periode 2015–2019.

Maksud dilaksanakannya program tersebut adalah mendorong stakeholder bidang perumahan (pemerintah, pemerintah daerah, pengembang, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat) untuk membangun satu juta unit rumah per tahun, baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.

Pembangunan hunian yang termasuk dalam Program Satu Juta Rumah diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekitar 70 persen dan sisanya sekitar 30 persen untuk non-MBR.

(Baca juga: Bank Korea Bantu Salurkan KPR Sejuta Rumah)

Saat ini, tren pembangunan rumah, baik itu rumah sederhana maupun rumah komersial, oleh para pengembang perumahan maupun masyarakat terus meningkat. Dukungan pemerintah daerah dengan memudahkan perizinan pembangunan perumahan turut membantu terwujudnya Program Satu Juta Rumah.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.