Basuki Janjikan Umrah kepada Pelaku Konstruksi Inovatif - Kompas.com

Basuki Janjikan Umrah kepada Pelaku Konstruksi Inovatif

Kompas.com - 17/04/2018, 12:03 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan ruas Tol Pemalang-Batang di titik kritis Jembatan Kali Kuto, Sabtu (14/4/2018).Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan ruas Tol Pemalang-Batang di titik kritis Jembatan Kali Kuto, Sabtu (14/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menantang para pelaku industri yang bergerak di bidang pembangunan jalan dan jembatan untuk terus berinovasi.

Sebagai imbalannya, ia akan memberangkatkan mereka yang berprestasi ke Tanah Suci atau mengirim ke forum tingkat internasional.

Baca juga : Hammurabi Law, Hukum Terkejam di Bidang Konstruksi

"Saya akan kasih reward, apakah itu umrah atau ke konferensi internasional," ujar Basuki saat membuka Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Basuki mengatakan, inovasi teknologi pembangunan jalan dan jembatan sangat penting untuk menunjang mobilisasi masyarakat.

Inovasi ini, Basuki mencontohkan, pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua, mulai dari pembangunan sampai pengangkutan.

Menurut dia, Holtekamp adalah jembayan baja pertama yang pembangunannya dilakukan secara utuh. Dengan demikian, selesainya bisa cukup cepat dalam kurun waktu hanya 6 bulan.

Proses pelengkungan dilakukan di Surabaya, kemudian diangkut sejauh 3.200 kilometer untuk kemudian ditempatkan di Papua.

"Saya berharap dari KRTJ 14 ini, bisa muncul gagasan untuk diterapkan di lapangan. Jadikan ini kesempatan buat kita untuk tidak hanya membuat paper tapi juga diterapkan di lapangan," sebut Basuki.



Close Ads X