Isi SPT, Basuki Sebut Pajak Sumber Dana Proyek Infrastruktur

Kompas.com - 20/03/2018, 11:18 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memamerkan hasil laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) miliknya bersama Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan saat sosialisasi penyampaian SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018) pagi. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memamerkan hasil laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) miliknya bersama Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan saat sosialisasi penyampaian SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyerahkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Orang Pribadi di kantornya, Selasa (20/3/2018).

Penyerahan SPT itu disaksikan langsung oleh DIrektur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan.

“Saya di sini sebagai wajib pajak, jadi saya tidak menyampaikan arahan. Nanti arahannya dari Pak Dirjen Pajak,” kata Basuki.

Basuki mengingatkan pentingnya mengisi SPT Orang Pribadi secara tepat waktu. Pajak diketahui menjadi salah satu instrument dalam pembangunan konektivitas infrastruktur, mulai dari jalan, air, perumahan, transportasi hingga energi.

Saat ini, pemerintah mengalokasikan Rp 370 triliun anggaran di dalam APBN 2018 untuk pembangunan proyek infrastruktur. Dari jumlah tersebut, Rp 106 triliun diantaranya dialokasikan untuk Kementerian PUPR.

“Sumber utamanya dari pajak,” sambung Basuki.

Sementara itu, Robert mengatakan, penerimaan pajak menjadi sumber utama anggaran APBN 2018. Jumlahnya mencapai lebih dari 70 persen.

Dari tahun ke tahun, terjadi tren kepatuhan pajak dari masyarakat. Dua tahun lalu, tingkat partisipasi pengisian SPT Pajak Orang Pribadi mencapai 60 persen.

Namun pada 2017 meningkat menjadi 73 persen. Tahun ini, pemerintah menargetkan kembali terjadi peningkatan mencapai 80 persen.

“Sebagian besar (penerimaan pajak) digunakan untuk (anggaran) pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Ini semua menyadarkan sekarang bagaimana pentingnya perpajakan,” kata Robert.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.