Digempur China, Industri Keramik Nasional Terpukul

Kompas.com - 28/02/2018, 17:31 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Asal tahu saja, harga gas industri saat ini sekitar 8,03 dollar AS per MMBTU di Jawa Timur. Sementara di Jawa Barat harga gas mencapai 9,15 per MMBTU, bahkan mencapai 9,8 dollar AS per MMBTU di Sumatera Utara.

Di sisi lain, China telah menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk produksi keramik mereka. Dimana harga batu bara hanya sepertiga harga gas.

Melambat

Lebih jauh, terpukulnya industri ini juga disebabkan turunnya industri properti. Meski sempat jaya pada 2011-2013, namun dalam tiga tahun terakhir industri ini terpukul yang memberikan dampak kepada 140 industri penyertanya termasuk keramik.

"Semen juga mengalami masalah yang sama," sebut Elisa.

Untuk itu, Elisa berharap, pemerintah dapat mengeluarkan sejumlah kebijakan yang bisa membantu pelaku industri keramik.

Indonesia sendiri termasuk negara produsen keramik ketujuh terbesar di dunia dengan produksi mencapai 380 juta meter persegi pertahun.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan memberikan harga gas industri yang lebih kompetitif. Hal ini bertujuan agar dapur industri semi padat karya ini masih bisa tetap ngebul.

Sekadar informasi, jumlah karyawan industri ini awalnya mencapai 200.000 orang untuk empat sektor yaitu tiles, tableware, roof/clay, dan sanitaryware.

Namun, lebih dari 10.000 diantaranya khususnya pada sektor tiles diperkirakan sudah dirumahkan karena masa paceklik saat ini.

"Ini tujuannya untuk mendorong industri keramik yang sangat berat karena demand yang turun, biaya produksi naik. Karena ada kewajiban dari kami ini untuk menjaga lapangan pekerjaan," tutup Elisa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X