Pembangunan Pos Lintas Batas Negara Harus Berbasis Ekonomi Lokal

Kompas.com - 21/11/2017, 19:00 WIB
Tampilan PLBN Entikong saat ini Tampilan PLBN Entikong saat ini
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Selain untuk mengangkat harkat Bangsa Indonesia di perbatasan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) juga diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat lokal.

Namun, saat ini ekonomi yang dikembangkan justru berbasis komersial tanpa melihat potensi daerah itu sendiri.

Baca juga : Pos Lintas Batas Negara Rp 20 Triliun Belum Berfungsi Maksimal

Hal tersebut terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 3 PLBN.

Ketiga PLBN tersebut yaitu di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT); Entikong, Kalimantan Barat; dan Sebatik, Kalimantan Utara.

PLBN MotaainDokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR PLBN Motaain
"Di tiga kawasan tampak bahwa rumah tangga memiliki fleksibilitas untuk mengubah mata pencarian yang rendah. Aspek ini perlu dipikirkan juga dalam pembangunan PLBN," ujar Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerja Sama Puslitbang KPT, FX Hermawan, Selasa (21/11/2017).

Oleh karena itu, kata Hermawan, pengembangan kawasan perbatasan harus memperhatikan aspek tersebut. Jika tidak, penduduk lokal sebagai penerima manfaat, tidak terlibat.

Adapun rekomendasi untuk Sebatik adalah perlu dibangun konektivitas antar wilayah.

"Sebenarnya infrastruktur jalan di Sebatik ini masih agak lumayan daripada Motaain dan Entikong. Tepatnya Entikong sedang dan Motaain kurang," kata Hermawan.

Presiden Joko Widodo beserta rombongan berfoto bersama usai peresmian PLBN Badau (16/3/2017)Biro Setpres Presiden Joko Widodo beserta rombongan berfoto bersama usai peresmian PLBN Badau (16/3/2017)
Lebih lanjut, ia menambahkan, infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di Entikong adalah dry port.

Tujuannya untuk mendukung kegiatan ekspor impor dan membuat masyarakat Entikong tidak perlu beraktivitas ke Serawak.

Sementara itu, rekomendasi untuk Motaain adalah pembangunan infrastruktur pelengkap pasar di lokasi PLBN.

"Berbagai peningkatan keterampilan dan keahlian perlu diberikan pada SDM di perbatasan. Model pengembangannya bisa diletakkan di gereja dan adat karena masih kuat sekali di sana," imbuh Hermawan.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X