REI Optimistis Lampaui Target 200 Ribu Rumah Rakyat

Kompas.com - 20/11/2017, 11:26 WIB
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, saat berbincang dengan Menteri PUPR Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono da, Ir Ciputra di Kota Baru Maja, Banten, Sabtu (18/11/2017). DPP REI Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, saat berbincang dengan Menteri PUPR Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono da, Ir Ciputra di Kota Baru Maja, Banten, Sabtu (18/11/2017).
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata Persatuan, menyatakan optimistis bisa mencapai target pembangunan 200 ribu unit rumah rakyat hingga akhir tahun ini. Bahkan, menurut dia, bukan tak mungkin REI bisa melampaui target tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun DPP REI hingga November 2017, jumlah rumah yang sudah dibangun anggota REI di seluruh Indonesia mencapai 168 ribu unit.

Dipaparkan kepada wartawan di Kota Baru Maja, Banten, Sabtu (18/11/2017), Soelaeman mengatakan angka tersebut di luar 14 ribu unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dibangun DPD REI DKI Jakarta.

"Kalau lihat laporan dari daerah-daerah kami optimistis target tercapai, bahkan mungkin bisa melampauinya, karena belum semua daerah memberikan data riil yang komplet," kata Ketua Umum REI,  yang akrab disapa Eman ini.

Eman mensinyalir masih banyak anggota REI yang membangun rumah rakyat namun belum melapor, terutama di dua wilayah, yakni Banten dan Jawa Barat. Padahal, menurut dia, kedua daerah itu merupakan lumbung pasokan rumah bersubsidi.

"Contohnya di Maja, Ciputra Group telah selesai membangun sekitar 6.000 unit rumah MBR di Citra Maja Raya ini, tapi belum dimasukkan ke dalam data REI. Ada juga proyek Rumah Susun Sederhana Milik di Tangerang sebanyak 2.000 unit, itu juga belum masuk data," kata Eman, Senin (20/11/2017), di kantor DPP REI.

Sementara itu, di Jawa Barat dilaporkan baru terbangun 16 ribu unit, padahal ada satu developer yang tahun ini bangun sampai 25 ribu unit. Itu pun menurut Eman belum masuk data REI sehingga di Jawa Barat saja potensi pasokan diperkirakan hampir 40 ribu unit.

"Khusus di Jawa Barat dan Banten yang jumlah pengembang dan proyeknya banyak, kami sudah buat satu metode tersendiri untuk menyisir data perusahaan per perusahaan. Ini supaya tidak ada yang terlewatkan. Sementara untuk daerah lainnya pendataan tetap dilakukan oleh masing-masing DPD," ujar alumni Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Hingga November ini beberapa DPD REI sudah melaporkan diri dan menyatakan melampaui target pembangunan rumah untuk MBR tahun ini. Beberapa di antaranya adalah Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data DPP REI tersebut, Eman menambahkan, bahwa banyak juga daerah yang jumlah unit terbangunnya lebih tinggi dibandingkan realisasi akad kredit, contohnya seperti di Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat.

"Nah, itu tentu butuh dukungan perbankan sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati rumah layak huni," ujar Eman.

Sesuai komitmen REI sebagai garda terdepan pembangunan rumah rakyat, lanjut Eman, dirinya akan rutin memonitor pembangunan rumah untuk MBR di daerah-daerah. Sedikitnya dua kali sebulan Eman berkunjung daerah sehingga mendengar dan melihat langsung persoalan yang dihadapi anggota-anggota .

"REI punya posisi strategis untuk mendukung program-program strategis di bidang perumahan dan permukiman yang diusung pemerintahan. Oleh karena itu, kami akan terus membangun rumah untuk MBR," ucapnya.

Terkait kendala utama dalam pembangunan rumah untuk MBR dalam setahun terakhir, menurut Eman, sebagian besar masih masalah perizinan yang rumit dan berbelit-belit. Meski pemerintah pusat sudah menerbitkan sejumlah regulasi untuk penyederhanaan perizinan, namun kondisi di mayoritas daerah belum banyak berubah khususnya untuk perizinan rumah rakyat.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X