Kompas.com - 02/11/2017, 22:07 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti – Perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada pertumbuhan ritel daring atau online, dinilai bukan menjadi penyebab utama banyaknya ritel konvensional di Indonesia tutup.

Sekali pun diakui, bahwa perubahan gaya hidup masyarakat yang dewasa ini gemar berbelanja secara daring, ditengarai menjadi penyebabnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, bila biasanya pertumbuhan sektor ritel pada semester pertama dapat mencapai 5-6 persen, tahun ini sumbangan sektor ini hanya 3,7 persen.

Diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2017, pertumbuhan hanya di kisaran 7 persen. Padahal tahun lalu, pertumbuhan dapat mencapai 9 persen.

Ritel modern saat ini lagi under perform. Mudah-mudahan saja (sampai akhir tahun) bisa 7,5 persen. Karena Semester I hanya 3,7 persen, berarti kalau Semester II sama 3,7 persen, maka baru 7,4 persen pertumbuhan ritel. Ini tentu menggambarkan ritel masih bertumbuh tapi melambat,” kata Roy dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Baca juga : Tutupnya Sejumlah Toko Ritel Disebut Bagian dari Strategi Bisnis

Ia mengatakan, di berbagai belahan dunia lain seperti Amerika Serikat dan China, kehadiran ritel daring juga memberikan dampak terhadap sektor ritel konvensional.

Saat ini, pertumbuhan ritel daring di China telah mencapai 11 persen, sementara di Amerika mencapai 12 persen.

“Dengan kata lain masih ada beberapa belanja yang tidak bisa dilakukan secara online, seperti beli ikan segar, kosmetik, sayur mayur. Harus mencoba itu, harus jelas di ritel, selagi itu kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi ritel,” kata dia.

Di Indonesia, ia mengatakan, perubahan gaya hidup masyarakat yang berpengaruh terhadap ritel konvensional, bukan hanya soal gaya berbelanja secara daring.

Baca juga : Meski Ritel Menurun, Penjualan Barang Bebas Pajak Justru Melonjak

 

Masyarakat kini cenderung gemar menyimpan uang untuk keperluan lain, seperti leisure, travel dan kuliner. Hal itulah yang membuat dana deposit yang disimpan di bank dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cukup meningkat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.