Kompas.com - 18/10/2017, 11:00 WIB
Suasana Seoullo 7017 Ossip van DuivenbodeSuasana Seoullo 7017
|
EditorHilda B Alexander

Penduduk setempat mengalami ketidaknyamanan akibat kurang baiknya lingkungan perumahan dan kondisi infrastruktur yang tak memadai.

Dibandingkan membongkar jalan layang, pemerintah Seoul justru “menyulapnya” menjadi jalur pejalan kaki yang nyaman dan aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, Seoullo 7017 juga berperan menghubungkan tempat-tempat wisata terdekat seperti Gerbang Sungnyemun, Myeong-dong, dan Pasar Namdaemun.

Saat ini, rata-rata 40.000 orang menyusuri jalan itu setiap harinya. Kedekatan lokasi Seoullo 7017 dengan stasiun Seoul menjadi keuntungan tersendiri, yang mana diperkirakan terdapat pergerakan 390.000 komuter di sekitar area itu.

Sementara itu, "7017" pada nama Seoullo 7017 adalah gabungan dari "1970” sebagai tahun jembatan layang dibangun dan "2017” sebagai tahun kelahiran kembali sebagai jalur pejalan kaki. Angka ini juga mengacu pada 17 jalur yang terhubung dan tinggi jalan layang tersebut, yaitu 17 meter.

Berkelanjutan

Filosofi pembangunan Seoullo 7017 diawali gagasan bahwa keindahan tidak dapat dipisahkan dari unsur sejarah yang melekat di dalamnya. Melalui Seoullo 7017, Seoul ingin mengutamakan kota berkelanjutan dan bukan sebaliknya, mengembangkan secara asal dan merusak masa depan kota.

Untuk proyek Seoullo 7017 ini, pemerintah Seoul mengadakan kompetisi desain internasional pada Januari 2015, dan terpilih desain oleh Winy Maas sebagai pemenang.

Winy Maas adalah arsitek kelas internasional dan pernah memenangkan Amsterdam Art Prize pada 2004. Beberapa karya terkenalnya adalah Maquinnext (2012) di Barcelona dan Market Hall (2014) di Rotterdam.

Winy Maas berkata,”Jalan layang di Seoul ini sangat unik, sering kali dibandingkan dengan Highline di New York. Padahal, keduanya berbeda dalam banyak hal, ukurannya berbeda, tinggi, dan konteksnya juga berbeda. Saya pikir proyek ini (Seoullo 7017) lebih menarik, saya suka ide untuk mengubah fungsi jembatan layang,” paparnya seperti dilansir Business Insider, Selasa (10/10/2017).

Sedikitnya 24.000 pohon dan tanaman dari 240 spesies dan 50 famili endemik tertanam di Seoullo 7017.  Selain itu, pusat informasi, gerai suvenir, kafe, kedai roti, dan ruang pameran juga dapat dinikmati warga Seoul di kawasan pedestrian itu.

Menurut Wali Kota Seoul Park Won-soon, pengubahan fungsi jembatan layang kendaraan menjadi khusus pejalan kaki adalah upaya untuk merevitalisasi daerah pusat kota yang masih terbelakang.

"Kami terus berupaya membuat Seoullo 7017 menjadi tempat favorit berkumpulnya orang-orang, yang dapat berperan sebagai katalisator bagi pembaruan dan kebangkitan kembali wilayah itu dan sekitarnya,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.