Dari Bendungan Teritip, Balikpapan Berharap Bebas Krisis Air

Kompas.com - 01/08/2017, 15:30 WIB
Bendungan Teritip Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRBendungan Teritip
|
EditorHilda B Alexander

Persoalan makin rumit ketika waduk yang ada juga dipengaruhi kondisi alam. Pada musim kemarau panjang, debit turun, pasokan berkurang.

Begitu pula dengan kualitas air yang sering kali buruk akibat sedimentasi dan bercampurnya humus akibat pembukaan lahan di sekeliling waduk. Bendungan Teritip pun jadi harapan.

“Kami harus menyelesaikan persoalan akses air keseluruhan ke masyarakat ini. Waduk ini untuk wilayah timur,” kata Rizal.

Bendungan seluas hampir 300 hektar yang dibangun di Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, ini sebenarnya serius digarap sejak 2003. Namun, awal pengerjaan fisiknya tidak berjalan semulus yang dikira.

Sejak 2007, pemerintah kota terkendala pembebasan lahan untuk tapak, dinding bendungan, daerah resapan, maupun hutan penyangganya. Bahkan persoalan pembebasan lahan belum seutuhnya kelar hingga kini.

PT Waskita Karya Tbk mengerjakan fisik bendungan mulai 2014 dan selesai di 2016. Pembangunan ini menelan biaya sekitar Rp 270 miliar, terdiri 178 hektar yang dibiayai APBN dan 122 hektar dengan biaya APBD Balikpapan.

Pembiayaan pembebasan lahan, kata Rizal, berkat bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami dapat dukungan pembebasan lahan dari APBN. Ini luar biasa. Biasanya pembebasan lahan itu sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah,” kata Rizal.

Peluang percepatan pembangunan muncul ketika keluhan Rizal ditanggapi Jokowi saat kunjungan ke Balikpapan di kwartal pertama 2016.

“Presiden saat itu tidak ada jadwal ke Teritip (kwartal pertama 2016). Tetapi tiba-tiba Presiden mau datang ke sini bersama Menteri PUPR saat itu,” kata Rizal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X