Kompas.com - 01/07/2017, 17:32 WIB
Pemudik dengan menggunakan KA Kertajaya dan Matarmaja dari Jawa Timur tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/6/2017). Seiring dengan akan berakhirnya libur Lebaran, warga mulai kembali berdatangan dari kampung halaman dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 1 Juli 2017. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPemudik dengan menggunakan KA Kertajaya dan Matarmaja dari Jawa Timur tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/6/2017). Seiring dengan akan berakhirnya libur Lebaran, warga mulai kembali berdatangan dari kampung halaman dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 1 Juli 2017.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pengamat sekaligus Ketua Inisiatif Strategis untuk Transportasi (Instran) Darmaningtyas menilai penyelenggaraan mudik dan balik Lebaran 2017 jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

"Pemerintah belajar dari kesalahan tahun 2016. Ada banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan. Termasuk koordinasi, komunikasi, sinergi, sinkronisasi, dan sosialisasi kebijakan," tutur Darmaningtyas kepada Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com, Sabtu (1/7/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia melanjutkan, koordinasi dan komunikasi lintas sektor dan instansi pemangku kepentingan berjalan lancar. Mulai dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basarnas, hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahkan, Menkes ini kata Darmaningtyas, terhitung rajin turun ke bawah, mengecek kondisi lapangan. Demikian halnya dengan Kepala Polri (Kapolri).

KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pemudik memadati kawasan rest area yang serba ada, bak pasar tumpah di kawasan tol darurat Pemalang-Batang mulai sore hari hingga malam pukul 19.00, Kamis (22/6/2017).
"Tito Karnavian selaku Kapolri sering turun ke bawah, mengecek kesiapan infrastruktur pengamanan, dan personilnya. Padahal tahun lalu, Kapolri hanya sibuk di pusat. Tahun ini semua instansi bahu membahu turun ke bawah," beber dia.

Parameter lainnya penyelenggaraan mudik dan balik Lebaran tahun ini dikatakan lebih baik adalah turunnya tingkat fatalitas atau kecelakaan yang menelan korban meninggal dunia.

"Meskipun tetap ada kecelakaan, namun korban meninggal dunia tidak sebanyak tahun lalu," tambah Darmaningtyas.

Dia menyebut, jika tahun lalu tingkat fatalitas hingga H+6 mencapai lebih dari 500 kasus, tahun ini di bawah 400 kasus.

Banyak istirahat

Darmaningtyas sendiri yang melakukan perjalanan mudik ke Bumi Ayu, Jawa Tengah, membutuhkan waktu 18 jam pada Jumat (24/6/2017) malam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.