Orang Asing Dominasi Transaksi Hunian Mewah di Johor

Kompas.com - 29/05/2017, 10:30 WIB
Klaster Bayou Creek yang sedang dipasarkan saat ini, terdiri dari tipe bungalow dan semi detached. Bayou Creek berada di kawasan pengembangan Leisure Farm Resort di Iskandar, Johor Bahru, Malaysia. Dokumentasi Leisure Farm ResortKlaster Bayou Creek yang sedang dipasarkan saat ini, terdiri dari tipe bungalow dan semi detached. Bayou Creek berada di kawasan pengembangan Leisure Farm Resort di Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.
|
EditorHilda B Alexander

ISKANDAR, KompasProperti - Permintaan hunian kelas atas di Johor, Malaysia, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun, permintaan tersebut tidak berasal dari pasar domestik alias warga negara Malaysia, melainkan berasal dari ekspatriat atau orang asing yang bekerja, dan mempunyai bisnis di negeri jiran ini.

Senior Executive Sales Leisure Farm Rafiah Rafi menuturkan konsumen pembeli unit-unit hunian mewah di Leisure Farm yang dikembangkan Mulpha Group, berasal dari 38 negara berbeda. 

Baca: Merasakan Bermalam di Rumah Seharga Rp 40 Miliar

"Pembeli asal Singapura masih mendominasi dengan angka 51 persen. Disusul Malaysia 29 persen, kemudian Inggris 5 persen, dan Indonesia 3 persen," ungkap Rafiah kepada KompasProperti, Kamis (25/5/2017).

Menariknya, pembeli asal Indonesia merupakan bos-bos besar yang menjadi pucuk pimpinan perusahaan skala Nasional.

Hal senada dikatakan Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip. Menurut dia, orang-orang kaya atau para pebisnis (business owner) yang kerap tampil di televisi memiliki rumah dengan ukuran terbesar, dan termewah di sini.

Hilda B Alexander/Kompas.com Klaster Bayou Creek di Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.
Willson menyebut pemimpin maskapai penerbangan Nasional, punya rumah kategori private estates dengan ukuran tanah dan rumah sangat luas di Leisure Farm.

Fenomena ini telah berlangsung sejak lima tahun terakhir, transaksi properti kelas atas didominasi orang asing.

Managing Director Andaman Group Datuk Seri Vincent Tiew menengarai orang-orang Johor WN Malaysia tidak terburu-buru memiliki rumah atau tidak memiliki pola pikir untuk berinvestasi di properti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X