60 Persen Anggaran Bina Marga untuk Pembangunan Indonesia Timur

Kompas.com - 02/02/2017, 07:00 WIB
Jalan Trans Papua Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRJalan Trans Papua
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Sektor konektivitas di Indonesia Bagian Timur, terutama Papua semakin diperhatikan, dan menjadi prioritas pemerintah.

Hal itu dibuktikan dengan proporsi anggaran lebih besar yang diberikan pada 2017 ini.

"Saya nggak hafal berapa angka pastinya, tetapi sekarang proporsinya khusus ke-bina marga-an antara Indonesia Barat dan Timur kebanyakan di Indonesia Timur, yakni 60 40 persen," tutur Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Untuk tahun ini, khusus di Papua, pihaknya mengalokasikan dana lebih dari Rp 2 triliun, dan porsinya akan terus seperti itu hingga 2019 mendatang.

Anggaran yang diterima Ditjen Bina Marga pada tahun ini senilai Rp 41,393 triliun atau 40,78 persen dari total APBN 2017 Kementerian PUPR.

Ada pun beberapa program konektivitas yang akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR sepanjang 2017 ini yakni pembangunan jalan baru sepanjang 828 kilometer dan pembangunan jalan tol sepanjang 138 kilometer.

Di antaranya adalah pembangunan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera,dan Jalan Trans Papua sebagai bentuk komitmen pemerintah.

"Khusus jalan trans Papua saat ini tinggal 176,1 kilometer. Selain itu, pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan, NTT dan Papua akan kita teruskan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu.

Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Jalan Trans Papua Ruas Habema-Mbua.
Sementara untuk pembangunan jalan baru di Jalan Trans Papua tahun lalu mencapai 231,27 kilometer, untuk tahun 2017 akan ada penambahan jalan baru 143,35 kilometer.

Basuki menuturkan, salah ruas jalan yang menjadi fokus Kementerian PUPR adalah yang menghubungkan wilayah pegunungan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu‎ sepanjang 278,6 kilometer yang ditargetkan tersambung tahun ini.

Kehadiran jalan tersebut sangat penting untuk menekan tingginya harga komoditas dan barang kebutuhan masyarakat yang tinggal di pegunungan Wamena.

Rencanannya pada akhir Januari 2017 atau awal Februari 2017 ruas tersebut akan dikunjungi oleh Presiden RI Joko Widodo.

Terkait Jalan Perbatasan Papua dengan total panjang 1.098,2 kilometer, telah ditangani hingga tahun 2016 sepanjang 884,3 kilometer.

Sedangkan tahun 2017 akan dibangun 8 kilometer jalan baru, sehingga sampai akhir tahun 2017 tembus sepanjang 892,3 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X