Kompas.com - 24/06/2016, 10:30 WIB
Kemacetan lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,  Senin (17/12/2012). Sejumlah kalangan berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki transportasi massal sebelum menerapkan kebijakan ganjil-genap. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROKemacetan lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012). Sejumlah kalangan berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki transportasi massal sebelum menerapkan kebijakan ganjil-genap.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakukan nomor polisi ganjil genap di beberapa jalan utama DKI Jakarta diperkirakan hanya akan menambah kemacetan.

"Kebijakan ganjil genap ini dampak nomor satunya pasti kemacetan meningkat. Saya perkirakan naik 20-30 persen baik dari sisi waktu perjalanan maupun kepadatan," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, di Hotel Pan Pacific, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Danang hal itu dikarenakan kebijakan ganjil genap tidak bisa mengubah perilaku masyarakat, melainkan hanya membuat mereka mengubah rute perjalanan saja.

Kebijakan pengganti three in one ini sendiri memang hanya diterapkan di empat ruas jalan, yakni Jalan MH Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, dan Rasuna Said.

"Secara konsep three in one jelas lebih bagus karena mendorong orang untuk naik kendaraan dengan tingkat okupansi lebih tinggi," tambah Danang.

Ini artinya, para pengendara mobil baik pelat ganjil atau genap bisa memacu kendaraannya di luar rute yang ditentukan tanpa khawatir atas kebijakan ganjil genap.

Imbasnya, tambah Danang, kebijakan itu hanya akan mengurangi kemacetan di empat rute atau jalan yang sudah ditentukan.

Penerapan ganjil genap merupakan kebijakan transisi sebelum diterapkannya jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

Secara teknis, pembatasan kendaraan dengan sistem pelat ganjil-genap akan dilakukan dengan hanya memperbolehkan kendaraan pelat genap melintas pada tanggal genap.

Sebaliknya, kendaraan dengan pelat ganjil hanya diperbolehkan melintas pada tanggal ganjil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.