Kompas.com - 18/06/2016, 17:00 WIB
Bangunan dam di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi diairi untuk tahap I, Senin (31/8/2015). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOBangunan dam di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi diairi untuk tahap I, Senin (31/8/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan beberapa penghematan di beberapa sektor lantaran adanya pemangkasan anggaran sebesar Rp 8,4 triliun.

"Jadi pertama yang kami hemat adalah pekerjaan-pekerjaan yang tidak lagi bisa dilaksanakan tepat waktu. Kedua sisa lelang. Ketiga tentunya pekerjaan-pekerjaan yang belum dilelang juga itu akan kita potong," ucap Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjojono, di Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sektor-sektor yang akan dihemat menurut Taufik adalah dari yang terbesar sesuai anggaran, yakni dari Ditjen Bina Marga untuk transportasi, kedua Ditjen Sumber Daya Air, ketiga Ditjen Cipta Karya untuk infrastruktur permukiman, dan keempat Ditjen Penyediaan Perumahan.

"Untuk Bina Marga yang kami hemat itu proyek dengan nilai sekitar Rp 5 miliar seperti misalnya pelebaran jalan 1-2 kilometer atau rehabilitasi jembatan-jembatan kecil," tambah dia.

Kendati begitu, proyek pembangunan jalan tol baik Trans Jawa, Trans Sumatera ataupun Trans Kalimantan tidak akan mendapat imbas pemangkasan tersebut dan tidak akan ditunda pembangunannya.

Pasalnya, semua proyek pembangunan tol menjadi tanggung jawab dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bersangkutan.

"Kalau proyek tol tidak kita apa-apakan karena kan proyek itu dikerjakan oleh swasta jadi penghematan itu tidak ada kaitannya dengan proyek tol, lalu untuk pembebasan tanah pun sekarang ditalangi oleh BUJT jadi tidak akan berpengaruh ke proyek-proyek strategis," tandas Taufik.

Pagu anggaran 2016 Kementerian PUPR sebelum dipangkas adalah sebesar Rp 104,081 triliun. Alokasi terbesar diberikan kepada Ditjen Bina Marga senilai Rp 41,065 triliun, kemudian diikuti Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 24,129 triliun.

Selanjutnya, Ditjen Cipta Karya memperoleh Rp 12,342 triliun, dan Ditjen Penyediaan Perumahan dengan nilai Rp 3,491 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.