Tenaga Konstruksi Indonesia Belum Siap Bersaing di Asia Tenggara

Kompas.com - 19/05/2016, 23:24 WIB
Pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu. Gambar diambil Senin (29/2/2016). Arimbi RamadhianiPembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu. Gambar diambil Senin (29/2/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Telah berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir 2015 silam dianggap memberikan keuntungan bagi usaha jasa konstruksi di Indonesia.

Sekretaris Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), Zali Yahya, mengatakan, salah satu keuntungan tersebut adalah membuka segala aset pasar konstruksi dan kesempatan bagi tenaga kerja asal Indonesia untuk berkiprah di ASEAN.

Namun begitu, terbukanya kesempatan itu tak lantas membuat usaha jasa konstruksi di Indonesia aman-aman saja.

"Tantangan yang dihadapi, justru akan semakin berat ke depannya," ujar Zali di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (19/5/2016).

Salah satu tantangannya datang dari pasar yang makin terbuka.

Negara-negara di regional Asia Tenggara memang tak memiliki sumber daya alam sekaya Indonesia, tapi kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang mereka miliki justru lebih baik ketimbang di Indonesia.

"Malaysia dan Singapura punya pasar lebih kecil tetapi SDM-nya di bidang soft skill lebih terampil dibanding kita. Filipina juga sama tetapi SDM-nya banyak yang bekerja di level internasional," papar Zali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Zali menilai sudah semestinya tenaga kerja konstruksi di Indonesia harus ditingkatkan kemampuannya agar bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Hingga 2015 kemarin, jumlah tenaga kerja terkait jasa konstruksi adalah 5,4 juta orang atau 5,3 persen dari keseluruhan tenaga kerja di Indonesia.

Rinciannya, tenaga ahli 10 persen, tenaga terampil 30 persen, dan tenaga non-terampil 60 persen.

Dari angka-angka tersebut, kata Zali, jelas terlihat bahwa tenaga kerja konstruksi asal Indonesia masih banyak yang belum siap bersaing dengan tenaga kerja asing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Arsitektur
Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Berita
Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Berita
Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Perumahan
Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Perumahan
Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Berita
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Berita
Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Arsitektur
Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Berita
Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Berita
Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Berita
Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Berita
Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Berita
[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

Berita
Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X