Kompas.com - 11/05/2016, 09:00 WIB
Penandatanganan LOI antara Pemerintah Belanda dengan KOICA dalam rangka bantuan studi untuk program NCICD, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (3/9/2015). Arimbi RamadhianiPenandatanganan LOI antara Pemerintah Belanda dengan KOICA dalam rangka bantuan studi untuk program NCICD, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (3/9/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara, tengah dalam pembicaraan konsep rencana induk.

Berbeda dengan konsep yang terdahulu, pembuatan rencana induk baru ini melibatkan pihak Korea Selatan, dan Belanda. Keterlibatan para ahli kedua negara ini untuk membuat konsep NCICD lebih detail.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam watu sekitar 2 minggu ini konsepnya akan selesai, setelah itu memorandum of understanding atau perjanjian kesepakatannya kita akan teken. Tinggal cari waktu untuk ketemu antara kita (Indonesia), Korea Selatan, dan Belanda," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Ia menuturkan, untuk kontrak pengerjaan Tahap A sudah ditandatangani. Hanya, masih ada beberapa masalah sosial yang harus diselesaikan dahulu. Namun, pengerjaannya terus berjalan bahkan pompa NCICD sudah ditempatkan di Pluit.

Terkait dana, Mudjiadi melanjutkan, belum ada pembicaraan final. Pasalnya, saat ini pemerintah bersama Korea Selatan, dan Belanda masih menghitung penambahan panjang NCICD.

Tadinya panjang tanggul laut 34 kilometer, setelah dihitung kembali menjadi 62 kilometer.

"Ternyata muara-muara sungai yang jumlahnya 13 itu, tanggulnya lebih rendah, sehingga harus ditinggikan. Panjangnya 57 kilometer. Jadi kita hitung kebutuhan totalnya itu," jelas dia.

Mudjiadi menambahkan, pemerintah sebenarnya telah memiliki desain awal. Namun, desain ini lebih banyak menampilkan secara tipikal atau dalam garis besar saja.

Nah, bersama Korea Selatan dan Belanda, pemerintah saat ini membuat desain yang lebih terperinci. Dari pembuatan desain ini, ditemukan bahwa banyak kebutuhan-kebutuhan di lapangan.

Ia mencontohkan, jika desain NCICD yang sebelumnya lurus, kini harus dibuat berlekuk-lekuk sehingga lebih panjang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.