Ternyata, Biaya Mengurus Sertifikat Tanah Bervariasi

Kompas.com - 16/04/2016, 09:11 WIB
Acara penyerahan sertifikat tanah oleh Mentri ATR/BPN,  Ferry Musyidan Baldan KOMPAS.com/SRI LESTARIAcara penyerahan sertifikat tanah oleh Mentri ATR/BPN, Ferry Musyidan Baldan
|
EditorHilda B Alexander

SERPONG, KOMPAS.com — Mengurus sertifikat tanah ternyata tidak semurah dan semudah yang dikatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan.

Untuk membeli formulir permohonan pembuatan sertifikat saja, pemohon sudah harus mengeluarkan dana Rp 30.000. Belum lagi biaya meterai hingga proses pengurusan sertifikat tanah jadi. 

(Baca: Biaya Mengurus Sertifikat Hanya Rp 50.000)

Sebelum melakukan sertifikasi tanah ke kantor BPN setempat, para pemohon diwajibkan mempersiapkan segala berkas resmi terkait kepemilikan tanahnya.

"Pertama, harus lengkap dulu berkas-berkasnya. Kalau belum lengkap, kita belum bisa urus permintaan sertifikat tanahnya," ujar seorang staf Kantor BPN Kota Tangerang Selatan Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah yang tak ingin disebutkan namanya kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2016).

Berkas-berkas tersebut digunakan untuk menentukan jenis pemberian sertifikat tanah. Setelah semua berkas asli tanah dibawa dan diverifikasi, pemohon bisa membeli formulir di loket seharga Rp 30.000, kemudian mengisi dan menandatanganinya di atas meterai.

Adapun berkas-berkas wajib yang mesti dipenuhi pemohon adalah formulir permohonan, salinan identitas, surat kuasa apabila dikuasakan, salinan SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, dan penyerahan bukti SSB (BPHTB), dan lampiran bukti SSP/PPh.

Sementara itu, untuk biaya dan waktu, staf tersebut mengaku bisa berbeda-beda bergantung pada sertifikat tanah jenis apa yang dimohonkan oleh pemohon, meskipun semua besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PP ini menjadi standar biaya yang ditetapkan untuk administrasi mengurus sertifikat tanah, yaitu Rp 50.000.

Sementara itu, waktu pemrosesannya bervariasi antara 38 hari hingga 97 hari untuk sertifikat tanah pertama kali dan untuk sertifikat peralihan membutuhkan waktu lima hingga 15 hari.

"Misalnya gini, untuk tanah warisan kan nanti ada surat keterangan wasiat dan akta wasiat dari notaris, nah itu yang perlu dibawa untuk mengurus sertifikatnya. Jadi, biayanya juga beda," kata staf tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X