Mendiang Zaha Hadid Juga Merancang Residensial

Kompas.com - 11/04/2016, 18:00 WIB
Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal. Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Zaha Hadid, perempuan arsitek kenamaan dunia memang telah tutup usia pada 31 Maret 2016 lalu akibat serangan jantung dan meninggalkan karya arsitektur kelas dunia. Mulai dari museum, paviliun, dan pusat seni pernah dibuat olehnya, sehingga mendulang banyak pujian dan penghargaan.

Baca: Mengenal Zaha Hadid, "Ratu" Arsitektur Dunia

Meski begitu, karya Zaha tak terbatas pada properti komersial, melainkan juga pada proyek-proyek residensial yang tak kalah luar biasa.

Berkaitan dengan hal tersebut, Zaha mengharapkan banyak fungsi dari arsitektur proyek residensialnya.

"Zaha ingin karyanya di proyek residensial lebih dari sekadar fungsinya sebagai rumah tetapi juga ingin berdampak fisiologis dan psikologis, untuk membuat orang senang dan gembira, jika perlu marah," tulis kritikus majalah arsitektur New York, Justin Davidson.

Bangunan residensial pertama Zaha berada di New York, Amerika Serikat (AS), yakni sebuah gedung kondominium melengkung di sisi barat Manhattan.

Karya arsitektur residensial pertama mendiang Zaha Hadid

Bangunan tersebut diakui Zaha sebagai pembangkit semangat lingkungan industri di sekitarnya. Saat ini kondominium yang berada di 520 West 28th Street itu masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan selesai pada 2017.

Sebelum kematian Zaha, unit-unit di kondominium itu dibanderol dengan harga antara 5 juta dollar AS (Rp 65,6 miliar) sampai dengan 50 juta dollar AS atau setara dengan Rp 656 miliar.

Proyek ini kemudian menjadi buah bibir dan yang paling tunggu di kota New York ketika diluncurkan beberapa tahun lalu.

Harga yang mahal pantas saja disematkan, sebab kondominium ini dilengkapi fitur mewah mulai dari teknologi smart home sampai fasilitas penyimpanan dengan menggunakan jasa robot.

Proyek residensial Zaha lainnya adalah One Thousand Museum di Miami, AS. Sama dengan kondominium 520 West 28th Street, One Thousand Museum juga masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan bisa segera dibuka pada 2018.

Sebuah griya tawang ganda di lantai 58 dan 59 di dalam One Thousand Museum bisa dimiliki dengan harga Rp 50 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 656 miliar.

Sebuah griya tawang ganda di lantai 58 dan 59 di dalam One Thousand Museum bisa dimiliki dengan harga Rp 50 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 656 miliar.

Selain di New York dan Miami, proyek residensial Zaha juga ada di Berlin, Jerman, dengan nama IBA Housing yang rampung pada 1993 dan CityLife Residensial Complex di Milan, Italia yang dibuka pada 2013.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X