Adiwisesa Jajaki Kerjasama dengan BUMN Konstruksi

Kompas.com - 10/03/2016, 18:00 WIB
Percobaan pada campuran beton. Kiri adalah campuran beton dengan air sesuai takaran dan kanan adalah campuran beton menggunakan AM 78. Percobaan pada campuran beton. Kiri adalah campuran beton dengan air sesuai takaran dan kanan adalah campuran beton menggunakan AM 78.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adiwisesa Mandiri Building Products Indonesia (AMBPI) sebagai salah satu perusahaan di bidan material bangunan mengaku siap mendukung pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur.

Salah satunya melalui produk Adhesive Manufacturer (AM) terbarunya, yakni AM 77 dan AM 78. Kedua produk tersebut merupakan concrete additive atau penguat beton.

"Produk terbaru kami, AM 77 dan AM 78 nantinya akan bisa membantu pemerintah dalam pembangunan infrastruktur," tegas Direktur Umum AMBPI, Andytio Budiarto, di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Andytio menambahkan, AMBPI akan mencoba bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.

"Kita mulai menjajaki kerjasama dengan BUMN sampai saat ini. Tapi kita mau tingkatkan lebih intens lagi untuk produk beton karena sekarang ini kan banyak dipakai," pungkas Andytio.

Produk AM 77 sendiri bisa digunakan untuk skala besar, misalnya pada gedung-gedung tinggi dan infrastruktur seperti jalan dan lainnya. Sementara AM 78 lebih berfungsi untuk penguat beton dalam pembangunan rumah.

Meski AMBPI merupakan pemain baru dalam penjualan produk penguat beton, mereka tetap menargetkan akan menjadi salah satu produsen penguat beton yang bisa bersaing dengan pendahulunya.

"Tahun 2016 memang cukup ambisius. Kami menargetkan lebih besar dari pertumbuhan properti dan infrastruktur tahun ini sekitar 20 persen dan diharapkan bisa berada di posisi tiga besar penjualan tambahan beton," ungkap National Sales and Marketing Manager AMBPI, Jenmie Srihartaty, pada kesempatan yang sama.

Meski memiliki target, pihak AMBPI mengaku tak memiliki strategi khusus untuk mewujudkannya. Mereka lebih memilih mengikuti kemauan pasar.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X